Moksifloksasin merupakan senyawa antibiotik golongan fluorokuinolon generasi keempat yang
memiliki keterbatasan sifat fisikokimia berupa kelarutan dan stabilitas yang kurang baik. Penelitian
ini bertujuan untuk meningkatkan sifat fisikokimia tersebut melalui pembentukan garam dengan
asam malonat, asam maleat, dan asam sitrat, serta mengevaluasi karakteristik padatan, kelarutan,
dan stabilitasnya. Analisis termal dan difraktometri dilakukan untuk menetapkan rasio molar reaksi
dan mendeteksi terbentuknya sistem padatan baru. Selanjutnya, analisis Fourier-transform infrared
spectroscopy (FTIR) dilakukan untuk mengidentifikasi struktur interaksi. Sebagai hasil diperoleh
sistem padatan baru yang diprediksi sebagai garam. Uji kelarutan dilakukan menggunakan
spektrofotometri UV-Vis dalam media akuades, dapar fosfat pH 6,8, dan dapar KCl pH 2,0,
sedangkan uji stabilitas dievaluasi FTIR dan PXRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa garam
dapat terbentuk pada rasio molar 1:1 dan 2:1 melalui metode Solvent Drop Grinding (SDG). Uji
kelarutan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pH 2,0 dibandingkan dengan pH lainnya.
Selain itu, bentuk garam kombinasi tersebut terbukti memiliki stabilitas yang lebih baik daripada
moksifloksasin tunggal.
Perpustakaan Digital ITB