Perkembangan teknologi informasi dan media sosial mengubah proses rekrutmen, terutama pada tahap screening awal yang menuntut efisiensi dan kualitas informasi kandidat yang lebih baik. Tugas akhir ini mengembangkan aplikasi dashboard web Sociafoot sebagai sistem pendukung keputusan rekrutmen yang memanfaatkan digital footprint kandidat dari LinkedIn, Twitter, dan Instagram untuk membantu HR menilai profesionalisme, etika bermedia sosial, dan kesesuaian nilai kandidat dengan kebutuhan serta budaya perusahaan.
Analisis pada Bab III menunjukkan bahwa proses rekrutmen yang hanya mengandalkan CV dan wawancara menimbulkan beban kerja tinggi bagi HR, kualitas informasi yang terbatas, serta belum adanya integrasi data dari berbagai media sosial. Untuk menjawab masalah tersebut, dirancang arsitektur sistem berbasis web dengan pendekatan user-centered design yang mendefinisikan kebutuhan pengguna (HR dan hiring manager), kebutuhan fungsional dan nonfungsional, serta pemilihan teknologi seperti arsitektur backend berbasis layanan, basis data non-relasional, dan integrasi dua model machine learning (profile matching dan user profiling) yang dikembangkan anggota tim lain.
Implementasi menghasilkan aplikasi dashboard Sociafoot yang terdiri atas antarmuka pengguna berbasis web dan serangkaian endpoint backend untuk mengelola kandidat dan deskripsi pekerjaan, melakukan scraping media sosial, serta menampilkan hasil pemodelan machine learning dalam bentuk visualisasi. Aplikasi diuji melalui black box testing, integration testing layanan backend, pengujian kinerja dengan metrik Core Web Vitals, serta usability testing untuk menilai kegunaan antarmuka.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Sociafoot mampu menyajikan informasi kandidat berbasis digital footprint secara lebih komprehensif dan mendukung proses screening yang lebih efektif dibanding pendekatan yang hanya bergantung pada CV, meskipun masih terdapat keterbatasan seperti ketergantungan pada tiga platform media sosial dan waktu respons saat scraping yang perlu dioptimalkan
.
Perpustakaan Digital ITB