Klasifikasi aktivitas manusia menggunakan radar telah meningkat dalam popularitas karena potensi
aplikasinya dalam bidang kesehatan, terutama ambient assisted living (AAL) yang bertujuan
untuk membantu manusia lanjut usia (manula) dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu
masalah dalam implementasi praktis teknologi tersebut adalah variasi karakteristik perangkat
keras radar. Variasi ini banyak berpengaruh terhadap keluaran gambar radar hasil pengolahan
data mentah radar.
Penelitian ini bertujuan mengukur besar dampak dari variabilitas tersebut terhadap akurasi klasifikasi
aktivitas manusia dengan menggunakan data 17 subjek dan 10 kelas aktivitas yang diukur
oleh 4 jenis radar berbeda: Texas Instruments FMCW IWR1843, Infineon BGT60TR13C, Novelda
UWB XeThru X4M03, dan Walabot Developer. Model VGG-19 dilatih menggunakan
skema pelatihan pendekatan naif, yaitu model dilatihkan terhadap data dari tiga jenis radar sebagai
data latih dan diuji terhadap satu jenis radar sebagai data uji, dan skema pelatihan pakar
domain, yaitu model dilatihkan terhadap data dari satu jenis radar saja sebagai data latih dan
diuji terhadap setiap jenis radar secara terpisah. Selain itu, skema pelatihan Deep CORAL juga
diimplementasikan untuk mengukur performa generalisasi domain radar dengan metode ini
dibandingkan dengan pendekatan naif dan pakar domain.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa keempat perangkat keras radar tidak dapat digeneralisasi
ke radar lainnya yang digunakan. Selain itu, ditemukan terdapat kesamaan dan ketidaksamaan
signifikan antara jenis radar yang dapat menjadi dasar penelitian lebih lanjut. Terakhir, Deep
CORAL yang diimplementasikan tidak menunjukkan kenaikan performa dibandingkan dengan
pendekatan naif. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat pergeseran domain berarti
antara jenis perangkat keras radar yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan melakukan covariate
alignment.
Perpustakaan Digital ITB