Asam amino adalah komponen utama penyusun protein-protein dalam tubuh
seperti protein struktural, enzim dan beberapa hormon dan neurotransmitters.
Disamping merupakan sumber energi, asam amino terlibat dalam banyak
metabolisme yang mempengaruhi tubuh. Sejalan peningkatan penggunaan
multikomponen asam amino untuk terapi dan melengkapi kebutuhan diet
masyarakat telah mendorong industri farmasi mengembangkan berbagai produk
multikomponen asam amino. Berkaitan dengan pengembangan sediaannya,
analisis multikomponen asam amino umumnya memiliki masalah dalam
pemisahan dan deteksinya. Untuk mengatasi masalah pemisahan dapat digunakan
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) sedangkan untuk mengatasi masalah
deteksinya perlu dilakukan modifikasi struktur kimia asam amino melalui reaksi
derivatisasi sehingga dapat dideteksi dengan detektor yang sesuai. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan metode analisis asam amino dengan KCKT
dalam sediaan infus multikomponen asam amino.
Modifikasi struktur kimia asam amino dilakukan dengan mengunakan pereaksi
OPA/MPA, yang akan menghasilkan turunan senyawa indol. Pemisahan turunan
senyawa indol dari masing-masing asam amino menggunakan kolom Zorbax
Eclipse AAA (150 mm x 4,6 mm, ukuran partikel 5 mikron), dengan mengunakan
campuran fase gerak A (dapar fosfat pH 7,8) dan fase gerak B (asetonitril-
metanol-air (45:45:10)) dengan sistem gradien dan laju alir terprogram. Hasil
pemisahan turunan senyawa indol hasil reaksi kemudian dideteksi pada panjang
gelombang 335 nm.
Hasil validasi metode menunjukkan linieritas kurva baku untuk asparagin, serin,
histidin, arginin, lisin, metionin, valin, fenilalanin dan leusin berturut turut
koefisien korelasinya (r) adalah 0,994; 0,994; 0,994; 0,995; 0,994; 0,996; 0,995;
0,994; 0,994. Batas deteksi asam amino tersebut berturut turut (mg/ml) adalah
0,185; 0,126; 0,131; 0,291; 0,769; 0,039; 0,151; 0,048; 0,086. Batas kuantisasi
asam amino tersebut berturut-turut (mg/ml) adalah 0,617; 0,422; 0,438; 0,971;
2,566; 0,130; 0,505; 0,162; 0,287. Uji kesaksamaan AUC untuk asparagin, serin,
histidin, arginin, lisin, metionin, valin, fenilalanin dan leusin berturut turut
koefisien variasinya (KV %) adalah 0,94; 1,14; 1,22; 1,17; 1,65; 0,69; 1,39; 1,26;
1,13 sedangkan untuk koefisien variasi waktu retensinya (KV %) adalah 0,31;
0,36; 0,33; 0,18; 0,13; 0,22; 0,69; 0,17; 0,21. Perolehan kembali untuk asparagin,
serin, histidin, arginin, lisin, metionin, valin, fenilalanin dan leusin adalah
92,93%; 89,99%; 87,04%; 89,90% 88,26%; 84,66%; 89,42%; 108,20%; dan
82,01%. Perolehan kadar dalam sediaan infus untuk asparagin, serin, histidin,
arginin, lisin, metionin, valin, fenilalanin dan leusin adalah 86,47%; 102,73%;
130,89%; 149,43%; 100,06%; 105,66%; 91,10%; 62,40%; 95,09%.
Perpustakaan Digital ITB