digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Asam amino adalah komponen utama penyusun protein-protein dalam tubuh seperti protein struktural, enzim dan beberapa hormon dan neurotransmitters. Disamping merupakan sumber energi, asam amino terlibat dalam banyak metabolisme yang mempengaruhi tubuh. Sejalan peningkatan penggunaan multikomponen asam amino untuk terapi dan melengkapi kebutuhan diet masyarakat telah mendorong industri farmasi mengembangkan berbagai produk multikomponen asam amino. Berkaitan dengan pengembangan sediaannya, analisis multikomponen asam amino umumnya memiliki masalah dalam pemisahan dan deteksinya. Untuk mengatasi masalah pemisahan dapat digunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) sedangkan untuk mengatasi masalah deteksinya perlu dilakukan modifikasi struktur kimia asam amino melalui reaksi derivatisasi sehingga dapat dideteksi dengan detektor yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode analisis asam amino dengan KCKT dalam sediaan infus multikomponen asam amino. Modifikasi struktur kimia asam amino dilakukan dengan mengunakan pereaksi OPA/MPA, yang akan menghasilkan turunan senyawa indol. Pemisahan turunan senyawa indol dari masing-masing asam amino menggunakan kolom Zorbax Eclipse AAA (150 mm x 4,6 mm, ukuran partikel 5 mikron), dengan mengunakan campuran fase gerak A (dapar fosfat pH 7,8) dan fase gerak B (asetonitril- metanol-air (45:45:10)) dengan sistem gradien dan laju alir terprogram. Hasil pemisahan turunan senyawa indol hasil reaksi kemudian dideteksi pada panjang gelombang 335 nm. Hasil validasi metode menunjukkan linieritas kurva baku untuk asparagin, serin, histidin, arginin, lisin, metionin, valin, fenilalanin dan leusin berturut turut koefisien korelasinya (r) adalah 0,994; 0,994; 0,994; 0,995; 0,994; 0,996; 0,995; 0,994; 0,994. Batas deteksi asam amino tersebut berturut turut (mg/ml) adalah 0,185; 0,126; 0,131; 0,291; 0,769; 0,039; 0,151; 0,048; 0,086. Batas kuantisasi asam amino tersebut berturut-turut (mg/ml) adalah 0,617; 0,422; 0,438; 0,971; 2,566; 0,130; 0,505; 0,162; 0,287. Uji kesaksamaan AUC untuk asparagin, serin, histidin, arginin, lisin, metionin, valin, fenilalanin dan leusin berturut turut koefisien variasinya (KV %) adalah 0,94; 1,14; 1,22; 1,17; 1,65; 0,69; 1,39; 1,26; 1,13 sedangkan untuk koefisien variasi waktu retensinya (KV %) adalah 0,31; 0,36; 0,33; 0,18; 0,13; 0,22; 0,69; 0,17; 0,21. Perolehan kembali untuk asparagin, serin, histidin, arginin, lisin, metionin, valin, fenilalanin dan leusin adalah 92,93%; 89,99%; 87,04%; 89,90% 88,26%; 84,66%; 89,42%; 108,20%; dan 82,01%. Perolehan kadar dalam sediaan infus untuk asparagin, serin, histidin, arginin, lisin, metionin, valin, fenilalanin dan leusin adalah 86,47%; 102,73%; 130,89%; 149,43%; 100,06%; 105,66%; 91,10%; 62,40%; 95,09%.