digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Biji kelor (Moringa oleifera) merupakan sumber protein fungsional intraseluler yang potensial untuk menghasilkan peptida bioaktif dengan fungsionalitas terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi kondisi ekstraksi dan purifikasi protein biji kelor, serta mengevaluasi potensi aktivitas antioksidan hidrolisatnya melalui DPPH assay. Tahapan penelitian meliputi optimasi pelarut ekstraksi (NaCl 0,4 M; dapar fosfat 0,1 M pH 7,0; dan Tris-HCl 50 mM pH 8,0), purifikasi fraksinasi amonium sulfat (AMS) dengan variasi saturasi 30%–60%, serta hidrolisis enzimatik menggunakan enzim papain (rasio E/S 1:25, pH 6,0, suhu 600C selama 6 jam). Kadar protein ditentukan secara kuantitatif dengan metode BCA assay menggunakan standar BSA, sedangkan karakterisasi profil bobot molekul dianalisis dengan SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis pelarut memberikan pengaruh signifikan (p < 0,001) terhadap kadar protein total ekstrak kasar, dengan kadar tertinggi diperoleh dari pelarut NaCl 0,4 M (15,939 mg/mL), diikuti dapar fosfat (13,063 mg/mL), dan Tris-HCl (9,454 mg/mL). Pada tahap purifikasi, fraksi protein ekstrak NaCl menunjukkan peningkatan kadar protein linier seiring kenaikan saturasi hingga mencapai nilai tertinggi pada AMS 60% sebesar 20,644 mg/mL. Sebaliknya, fraksi protein ekstrak dapar fosfat mencapai kondisi optimum pada AMS 50% sebesar 17,141 mg/mL dan mengalami penurunan pada AMS 60%. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa jenis pelarut, saturasi AMS, serta interaksi keduanya berpengaruh signifikan (p < 0,001) terhadap persen inhibisi DPPH. Hidrolisat fasa dapar fosfat secara konsisten menghasilkan aktivitas antiradikal yang lebih tinggi dibandingkan fasa NaCl pada seluruh tingkat saturasi. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada hidrolisat dapar fosfat AMS 50% sebesar 81,769%, sedangkan aktivitas terendah diperoleh pada hidrolisat NaCl AMS 30% sebesar 39,850%. Penelitian ini menunjukkan kondisi optimum ekstraksi total diperoleh menggunakan NaCl 0,4 M, namun aktivitas antioksidan terbaik dihasilkan melalui sistem dapar fosfat dengan purifikasi AMS 50%. Selain itu, kadar protein yang didapatkan setiap fraksi berbanding lurus dengan aktivitas antioksidannya.