COVER Steven Febrian
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Steven Febrian
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Steven Febrian
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Steven Febrian
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Steven Febrian
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Steven Febrian
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Steven Febrian
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Steven Febrian
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Ketersediaan fosfat di dalam tanah sering kali terbatas akibat fiksasi oleh mineral
tanah dan kehilangan melalui pencucian (leaching) sehingga efisiensi pemupukan
fosfat tergolong rendah. Di sisi lain, Indonesia menghasilkan limbah sekam padi
dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini
bertujuan mengembangkan biochar berbasis sekam padi (Oryza sativa L.) melalui
ko-pirolisis dengan bentonit dan pelapisan bentonit-alginat sebagai pembenah tanah
dengan pelepasan fosfat terkontrol. Sekam padi melalui tahap ko-pirolisis pada
suhu 500°C selama 2 jam dengan variasi jenis bentonit pada proses ko-pirolisis,
yaitu tanpa bentonit (kontrol), bentonit tanpa aktivasi, bentonit aktivasi basa (B-
OH), dan bentonit aktivasi asam (B-H). Kemudian biochar sekam padi
diimpregnasi dengan H3PO4 15% dan dilapisi dengan campuran natrium alginat 2%
dan CaCl2 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan (yield) biochar
tertinggi diperoleh pada variasi B-OH sebesar 43,97%, diikuti bentonit 42,94%, B-
H 42,73%, dan kontrol 42,29%. Nilai fixed carbon berbasis kering bebas abu
biochar berkisar antara 42,83-59,20% dengan nilai tertinggi pada variasi kontrol.
Seluruh variasi menghasilkan produk pembenah tanah dengan pH 6,28-6,59 dan
kapasitas menahan air sebesar 200,23-222,65%. Karakterisasi Scanning Electron
Microscopy (SEM) menunjukkan terbentuknya terbentuknya struktur permukaan
berpori dan tidak beraturan pada biochar. Hasil Fourier Transform Infrared (FTIR)
mengidentifikasi gugus fungsi hidroksil (-OH), alkana (C-H), aromatik (C=C),
siloksan (Si-O-Si), dan karboksilat (-COO?) pada produk pembenah tanah.
Kandungan fosfat tertinggi diperoleh pada variasi B-OH dengan biochar setelah
impregnasi sebesar 4,28% dan produk akhir pembenah tanah sebesar 1,38%.
Pemodelan kinetika pelepasan fosfat menunjukkan bahwa model first-order
memberikan nilai koefisien determinasi tertinggi dengan konstanta laju pelepasan
terendah pada variasi B-OH sebesar 0,003/hari. Analisis model Korsmeyer-Peppas
menghasilkan nilai eksponen pelepasan (n) sebesar 0,69-0,78 pada seluruh variasi
yang mengindikasikan mekanisme pelepasan non-Fickian akibat kombinasi difusi
dan relaksasi matriks alginat-bentonit. Penelitian ini menunjukkan bahwa biochar berbasis sekam padi dengan pelapisan bentonit-alginat berpotensi untuk
dikembangkan sebagai pembenah tanah yang memiliki sistem pelepasan fosfat
terkontrol untuk pertanian yang berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB