digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Dhiva Danaya Athhary
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Perairan pesisir Cirebon merupakan salah satu wilayah pesisir di Provinsi Jawa Barat dengan aktivitas antropogenik yang tinggi. Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan terhadap kualitas air di perairan tersebut, termasuk melalui peningkatan TSS. Pemantauan TSS secara berkala diperlukan untuk mendukung pengelolaan kualitas perairan. Pemanfaatan penginderaan jauh dapat menjadi solusi pemantauan yang efisien secara spasial dan temporal. Salah satu satelit yang dapat digunakan (khususnya TSS) adalah satelit Sentinel-2. Berbagai macam model algoritma empiris telah dibangun demi ekstraksi nilai TSS yang akurat. Namun, model ini ternyata masih memiliki keterbatasan karena tingkat akurasinya sangat bergantung pada lokasi dan kondisi lingkungan saat kalibrasi dilakukan. Hingga saat ini belum ada algoritma estimasi TSS yang khusus dibangun untuk perairan Pesisir Cirebon. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pengembangan algoritma lokal untuk estimasi TSS di perairan Pesisir Cirebon agar dapat menghasilkan estimasi yang lebih representatif. Penelitian ini menggunakan 50 data match-up (70% data kalibrasi dan 30% data validasi) yang diperoleh dari hasil pengukuran TSS lapangan dan citra Sentinel-2. Pengembangan algoritma estimasi TSS untuk area studi dilakukan menggunakan pendekatan empiris. Performa dari algoritma baru yang telah dikembangkan dievaluasi menggunakan nilai , RMSE dan MAPE. Hasil penelitian menunjukkan Sentinel-2 berpotensi digunakan untuk pengembangan algoritma empiris yang terbukti dari adanya hubungan yang signifikan ( = 30% - 55%; R= -0.74 – 0.73) antara keenam kandidat band terbaik dengan konsentrasi TSS hasil pengukuran lapangan. Algoritma terbaik yang diperoleh berupa model polinomial orde-4 menggunakan variabel rasio Rrs 43/Rrs B2 ( = 0.59; R = 11.16 mg/l; RMSE =81.25%) Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan performa saat dilakukan validasi pada model baru ( = 0.47; R = 13.20 mg/l; RMSE = 84.71%). Walaupun begitu algoritma masih unggul dibandingkan dengan algoritma empiris lainnya dan algoritma Laili (2015) sehingga mampu menghasilkan estimasi yang lebih representatif. Berdasarkan hasil analisis musiman (2025) menggunakan algoritma baru, TSS di perairan Pesisir Cirebon menunjukkan adanya variasi musiman yang fluktuatif dengan konsentrasi berkisar 4.12 – 72.67 mg/l dan konsentrasi yang lebih tinggi di wilayah pesisir dibandingkan dengan laut lepas. TSS cenderung tinggi pada pada musim Barat (DJF) sebesar 30.52 mg/l dan rendah pada musim Timur (JJA) sebesar 16.95 mg/l. Sebagian besar konsentrasi TSS sudah melewati baku mutu sehingga terjadi penurunan kualitas air laut pada perairan tersebut.