Perairan pesisir Cirebon merupakan salah satu wilayah pesisir di Provinsi Jawa
Barat dengan aktivitas antropogenik yang tinggi. Kondisi ini berpotensi
memberikan tekanan terhadap kualitas air di perairan tersebut, termasuk melalui
peningkatan TSS. Pemantauan TSS secara berkala diperlukan untuk mendukung
pengelolaan kualitas perairan. Pemanfaatan penginderaan jauh dapat menjadi solusi
pemantauan yang efisien secara spasial dan temporal. Salah satu satelit yang dapat
digunakan (khususnya TSS) adalah satelit Sentinel-2. Berbagai macam model
algoritma empiris telah dibangun demi ekstraksi nilai TSS yang akurat. Namun,
model ini ternyata masih memiliki keterbatasan karena tingkat akurasinya sangat
bergantung pada lokasi dan kondisi lingkungan saat kalibrasi dilakukan. Hingga
saat ini belum ada algoritma estimasi TSS yang khusus dibangun untuk perairan
Pesisir Cirebon. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pengembangan
algoritma lokal untuk estimasi TSS di perairan Pesisir Cirebon agar dapat
menghasilkan estimasi yang lebih representatif. Penelitian ini menggunakan 50 data
match-up (70% data kalibrasi dan 30% data validasi) yang diperoleh dari hasil
pengukuran TSS lapangan dan citra Sentinel-2. Pengembangan algoritma estimasi
TSS untuk area studi dilakukan menggunakan pendekatan empiris. Performa dari
algoritma baru yang telah dikembangkan dievaluasi menggunakan nilai
, RMSE
dan MAPE. Hasil penelitian menunjukkan Sentinel-2 berpotensi digunakan untuk
pengembangan algoritma empiris yang terbukti dari adanya hubungan yang
signifikan (
= 30% - 55%; R= -0.74 – 0.73) antara keenam kandidat band terbaik
dengan konsentrasi TSS hasil pengukuran lapangan. Algoritma terbaik yang
diperoleh berupa model polinomial orde-4 menggunakan variabel rasio Rrs 43/Rrs
B2 (
= 0.59; R = 11.16 mg/l; RMSE =81.25%) Hasil evaluasi menunjukkan
adanya penurunan performa saat dilakukan validasi pada model baru (
= 0.47; R
= 13.20 mg/l; RMSE = 84.71%). Walaupun begitu algoritma masih unggul
dibandingkan dengan algoritma empiris lainnya dan algoritma Laili (2015)
sehingga mampu menghasilkan estimasi yang lebih representatif. Berdasarkan hasil
analisis musiman (2025) menggunakan algoritma baru, TSS di perairan Pesisir
Cirebon menunjukkan adanya variasi musiman yang fluktuatif dengan konsentrasi berkisar 4.12 – 72.67 mg/l dan konsentrasi yang lebih tinggi di wilayah pesisir
dibandingkan dengan laut lepas. TSS cenderung tinggi pada pada musim Barat
(DJF) sebesar 30.52 mg/l dan rendah pada musim Timur (JJA) sebesar 16.95 mg/l.
Sebagian besar konsentrasi TSS sudah melewati baku mutu sehingga terjadi
penurunan kualitas air laut pada perairan tersebut.
Perpustakaan Digital ITB