digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Diatom adalah salah satu kelas mikroalga yang memiliki dinding sel yang terbuat dari silika (frustula). Oleh karena itu, struktur cangkang diatom bersifat kokoh dan tidak mudah terdegradasi. Tanpa silikat dalam media pertumbuhan, diatom tidak dapat membentuk dinding sel yang kuat dan menjadi rentan terhadap serangan predator. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi silikat terhadap pertumbuhan, morfologi, dan fotosintesis diatom laut tropis Indonesia, spesies Navicula salinicola NLA. Pada penelitian ini dilakukan kultivasi Navicula salinicola NLA pada media dengan variasi konsentrasi Na2SiO3 15 g/L dan 45 g/L. Pola pertumbuhan dianalisis melalui kurva kerapatan sel, sedangkan morfologi diamati menggunakan mikroskop cahaya dan SEM. Laju fotosintesis ditentukan berdasarkan evolusi oksigen. Konsentrasi silikat 45 g/L dalam medium pertumbuhan menghasilkan kerapatan sel, ukuran sel, dan ukuran pori frustula yang lebih besar dibandingkan dengan konsentrasi silikat 15 g/L. Selain itu, laju fotosintesis sel yang ditumbuhkan pada konsentrasi silikat 45 g/L lebih tinggi daripada silikat 15 g/L pada pH 6 (sumber karbon anorganik dominan: CO2), namun laju fotosintesis antar variasi silikat tidak berbeda pada pH 7,3 (sumber karbon anorganik dominan: HCO3-). Hal ini mengindikasikan bahwa kandungan silikat dalam medium pertumbuhan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan fiksasi CO2 dan fotosintesis. Selanjutnya, analisis proteomik dilakukan untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan protein yang berfluktuasi akibat variasi silikat. Sebelas protein yang menunjukkan perbedaan kelimpahan akibat variasi silikat adalah protein pengikat klorofil A-B, hypothetical chloroplast RF39, protein pemanen cahaya fukosantin klorofil A/C, protein pengikat FMR1, histidin kinase, peptidase A1, dioksigenase Fe2OG, protein pengikat DNA winged-helix famili E2F/DP, protease pemotong ujung karboksil, dan dua protein yang belum dikarakterisasi. Beberapa protein tersebut terlibat langsung dalam proses fotosintesis dan memiliki kelimpahan yang lebih tinggi pada konsentrasi silikat 45 g/L dibandingkan dengan 15 g/L. Oleh karena itu, kandungan silikat yang lebih tinggi dalam medium pertumbuhan meningkatkan kemampuan fotosintesis sel.