NADA CINTA KAYLIFA
EMBARGO  2029-08-20 
EMBARGO  2029-08-20 
NADA CINTA KAYLIFA
EMBARGO  2029-08-20 
EMBARGO  2029-08-20 
NADA CINTA KAYLIFA
EMBARGO  2029-08-20 
EMBARGO  2029-08-20 
NADA CINTA KAYLIFA
EMBARGO  2029-08-20 
EMBARGO  2029-08-20 
NADA CINTA KAYLIFA
EMBARGO  2029-08-20 
EMBARGO  2029-08-20 
nada
EMBARGO  2029-08-20 
EMBARGO  2029-08-20 
Mikroalga merupakan organisme fotosintetik uniseluler yang dapat menghasilkan berbagai biomolekul bernilai tinggi, seperti karbohidrat dan pigmen yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pangan, farmasi, dan kosmetik. Galdieria sulphuraria adalah mikroalga merah ekstremofil dari kelas Cyanidiophyceae yang dapat tumbuh pada lingkungan dengan kondisi sangat asam dan suhu tinggi, seperti kawah gunung berapi. Mikroalga G. sulphuraria dapat tumbuh secara fotoautotrofik, yaitu menggunakan CO2 sebagai sumber karbon, maupun secara miksotrofik, yaitu menggunakan CO2 dan senyawa organik sebagai sumber karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan karbohidrat total dan pigmen C-fikosianin serta mengekstraksi glikogen dari mikroalga G. sulphuraria KDM pada medium pertumbuhan yang divariasikan, yaitu medium fotoautotrofik dan medium miksotrofik dengan sumber karbon organik glukosa dan sorbitol. Analisis kandungan total karbohidrat dilakukan dengan metode fenol-asam sulfat secara spektrofotometrik. Analisis tersebut menunjukkan bahwa kondisi pertumbuhan miksotrofik dan fotoautotrofik menghasilkan total karbohidrat yang berbeda signifikan dengan nilai p- value 0,0001. Total karbohidrat tertinggi dihasilkan oleh mikroalga dalam medium pertumbuhan miksotrofik-sorbitol yaitu sebesar 7,751% (% b/b) yang diikuti oleh miksotrofik-glukosa sebesar 7,258% (% b/b), dan fotoautotrofik sebesar 6,598% (% b/b). Ekstraksi glikogen pada kondisi fotoautotrofik, miksotrofik-glukosa, dan miksotrofik-sorbitol menghasilkan perolehan glikogen berturut-turut sebesar 22,2 mg, 23,3 mg, dan 25,4 mg. Hidrolisis ekstrak glikogen menggunakan enzim ?-amilase yang dianalisis dengan metode DNS menghasilkan konsentrasi gula pereduksi berturut-turut sebesar 3,271 mM, 3,050 mM, dan 1,992 mM. Konsentrasi gula pereduksi dari glikogen G. sulphuraria tersebut lebih rendah daripada gula pereduksi dari standar glikogen (5,634 mM) dan pati terlarut (8,606 mM). Hal ini mengindikasikan bahwa glikogen G. sulphuraria kemungkinan memiliki daerah percabangan yang lebih banyak daripada standar glikogen dan pati terlarut. Sementara itu, kadar C-fikosianin tertinggi diperoleh pada kondisi fotoautotrofik sebesar 0,415%, dibandingkan dengan kondisi miksotrofik-glukosa dan miksotrofik-sorbitol masing- masing sebesar 0,097% dan 0,091%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kultivasi fotoautotrofik mendukung akumulasi pigmen C-fikosianin, sedangkan kultivasi miksotrofik meningkatkan akumulasi karbohidrat dan glikogen.
Perpustakaan Digital ITB