digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Lidwina Caroline Napitupulu
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

COVER Lidwina Caroline Napitupulu
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Lidwina Caroline Napitupulu
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Lidwina Caroline Napitupulu
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Lidwina Caroline Napitupulu
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Lidwina Caroline Napitupulu
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Lidwina Caroline Napitupulu
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Lidwina Caroline Napitupulu
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Indonesia mengalami urbanisasi yang pesat, dengan proyeksi 66,6% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan pada tahun 2035. Penduduk perkotaan lebih rentan terjangkit penyakit terkait gaya hidup tidak sehat. Konsumsi sayuran yang cukup dapat mengurangi resiko seseorang menderita penyakit-penyakit tersebut. Di daerah perkotaan dengan lahan yang terbatas, microgreens menjadi alternatif pangan fungsional untuk memenuhi gizi dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh komposisi media tanam terhadap kualitas dan kuantitas hasil panen microgreens bunga matahari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 kelompok dan 5 perlakuan media tanam. Perlakuan terdiri atas cocopeat 100% (P1), cocopeat 60% dan tanah 40% (P2), cocopeat 60% dan vermiculite 40% (P3), cocopeat 60% dan vermicompost 40% (P4), serta cocopeat 60% dan perlite 40% (P5) berdasarkan rasio bobot per bobot. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi kondisi mikroklimat dan edafik selama penelitian, tinggi tanaman, bobot panen, rasio tajuk-akar, germination index, germination percentage, serta kandungan vitamin E, Fe, K, dan Zn. Microgreens bunga matahari dipanen 10 hari setelah tanam. Analisis data dilakukan dengan uji homogenitas Saphiro-Wilk dan normalitas Levene, kemudian dilanjutkan dengan uji ANOVA two way factors dan uji lanjut Tukey-b. Data yang tidak homogen diuji dengan Welch ANOVA dan uji Post-Hoc Games Howell. Data dengan penyimpangan tinggi diuji dengan uji non-parametrik Kruskal-Wallis dengan uji post-hoc Dunn. Hasil analisis menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang akar, bobot panen, germination percentage, germination index, kandungan Fe dan Zn. P2 menghasilkan microgreens bunga matahari dengan tinggi tanaman, bobot panen, dan kandungan Fe tertinggi. P3 menghasilkan microgreens bunga matahari dengan panjang akar, germination index, dan kandungan Fe tertinggi. P4 menghasilkan microgreens bunga matahari dengan kandungan Zn tertinggi. Media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, rasio tajuk-akar, kandungan vitamin E dan kandungan K pada microgreens bunga matahari. Media tanam terbaik untuk microgreens bunga matahari adalah P3 dengan bobot panen 0,28 g/tanaman, panjang akar 11,26 cm, germination index 51,744, germination percentage 93%, kadar air 90,12%, kandungan vitamin E 7,83 mg/100 g bobot basah, kandungan Fe 69,48 mg/100 g bobot basah, kandungan K 0,41 mg/100 g bobot basah, dan kandungan Zn 16,80 mg/g bobot basah. Oleh karena itu, media tanam P3 menjadi media tanam yang cocok digunakan dalam budidaya microgreens bunga matahari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat kota.