digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dalam industry minyak dan gas, keselamatan dan Kesehatan kerja sangat di utamakan. Hal ini tidak hanya didasari oleh tingginya resiko dalam industry ini akan tetapi juga bagian dalam menjaga nama dari suatu peusahaan dalam pengembangan bisnisnya. Karena jika catatan keselamatan dan Kesehatan kerja suatu perusahaan buruk, maka investor akan berfikir ulang untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Keselamatan dan Kesehatan kerja akan dimasukkan sebagai salah satu poin dalam Key Performance Indicator dari perusahaan. PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina Group yang mengelola dan beroperasi di blok Mahakam. PHM juga mengangap bahwa menjaga keselamatan dan Kesehatan kerja dengan baik adalah yang utama. Sebagai salah satu usaha hulu dibidang minyak dan gas bumi yang terdiri atas explorasi dan produksi, operasi kerja di PHM memiliki tingkat resiko kecelakaan dan Kesehatan kerja yang tinggi. Terutama didivisi Pengeboran dan Intervensi sumur. Visi dan Misi perusahaan kemudian dijalankan dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan menggunakan slogan yang berbunyi “Zero LTI Kita Bisa”. Pengejawantahan slogan ini melalui program-program keselamatan yang di implementasikan di rig-rig pengeboran dan tongkang-tongkang intervensi sumur yang tujuannnya untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari kecelakaan bagi pekerja PHM dan kontraktornya. Alih kelola Blok Mahakam dari operator asing ke PT Pertamina ditahun 2018 turut berpengaruh terhadap budaya keselamatan dan Kesehatan kerja yang ada di wilayah kerja terutama dilapangan. Karena budaya keselamatan dan Kesehatan kerja yang dijalankan oleh operator asing sebelumnya dianggap sebagian karyawan kontaktor yang bekerja di lapangan sebagai standar yang lebih tinggi dibandingkan apa yang dimiliki oleh PT Pertamina secara umum. Berdasarkan kondisi tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah budaya safety yang dijalankan oleh karyawan PHM di divisi Pengeboran dan Intervensi Sumur umumnya dan khususnya karyawan kontraktor dilapangan sudah cukup baik. Dan juga untuk mengetahui apak safety slogan dan safety program yang dijalankan sebagiannya di operator sebelumnya memiliki pengaruh terhadap budaya keselamatan yang ada. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan instrument penlitian berupa kuesioner dengan menggunakan skala likert. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan kontraktor yang bekerja di rig-rig pemboran dan tongkangtongkang intervensi sumur di wilayak kerja Blok Mahakam. Hasilnya juga dibandingkan dengan hasil survey budaya yang dilakukan sebelumnya oleh management PHM secara random terhadap semua divisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perusahaan memiliki Slogan Keselamatan dan program keselamatan yang berpengaruh kepada budaya keselamatan yang dijalankan karyawan. Akan tetapi tetap perlu diadakan trasnformasi dan peningkatan terhadap program keselamatan di PHM umumnya dan di divisi Pengenboran dan Intervensi Sumur Umumnya.