Dalam industry minyak dan gas, keselamatan dan Kesehatan kerja sangat di
utamakan. Hal ini tidak hanya didasari oleh tingginya resiko dalam industry ini
akan tetapi juga bagian dalam menjaga nama dari suatu peusahaan dalam
pengembangan bisnisnya. Karena jika catatan keselamatan dan Kesehatan kerja
suatu perusahaan buruk, maka investor akan berfikir ulang untuk berinvestasi di
perusahaan tersebut. Keselamatan dan Kesehatan kerja akan dimasukkan sebagai
salah satu poin dalam Key Performance Indicator dari perusahaan.
PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina
Group yang mengelola dan beroperasi di blok Mahakam. PHM juga mengangap
bahwa menjaga keselamatan dan Kesehatan kerja dengan baik adalah yang utama.
Sebagai salah satu usaha hulu dibidang minyak dan gas bumi yang terdiri atas
explorasi dan produksi, operasi kerja di PHM memiliki tingkat resiko kecelakaan
dan Kesehatan kerja yang tinggi. Terutama didivisi Pengeboran dan Intervensi
sumur. Visi dan Misi perusahaan kemudian dijalankan dengan Sistem Manajemen
Keselamatan dan menggunakan slogan yang berbunyi “Zero LTI Kita Bisa”.
Pengejawantahan slogan ini melalui program-program keselamatan yang di
implementasikan di rig-rig pengeboran dan tongkang-tongkang intervensi sumur
yang tujuannnya untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari kecelakaan
bagi pekerja PHM dan kontraktornya.
Alih kelola Blok Mahakam dari operator asing ke PT Pertamina ditahun 2018 turut
berpengaruh terhadap budaya keselamatan dan Kesehatan kerja yang ada di
wilayah kerja terutama dilapangan. Karena budaya keselamatan dan Kesehatan
kerja yang dijalankan oleh operator asing sebelumnya dianggap sebagian
karyawan kontaktor yang bekerja di lapangan sebagai standar yang lebih tinggi
dibandingkan apa yang dimiliki oleh PT Pertamina secara umum.
Berdasarkan kondisi tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah
budaya safety yang dijalankan oleh karyawan PHM di divisi Pengeboran dan
Intervensi Sumur umumnya dan khususnya karyawan kontraktor dilapangan sudah
cukup baik. Dan juga untuk mengetahui apak safety slogan dan safety program
yang dijalankan sebagiannya di operator sebelumnya memiliki pengaruh terhadap
budaya keselamatan yang ada. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan instrument penlitian
berupa kuesioner dengan menggunakan skala likert. Populasi dalam penelitian ini
adalah karyawan kontraktor yang bekerja di rig-rig pemboran dan tongkangtongkang
intervensi sumur di wilayak kerja Blok Mahakam. Hasilnya juga
dibandingkan dengan hasil survey budaya yang dilakukan sebelumnya oleh
management PHM secara random terhadap semua divisi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Perusahaan memiliki Slogan Keselamatan dan program
keselamatan yang berpengaruh kepada budaya keselamatan yang dijalankan
karyawan. Akan tetapi tetap perlu diadakan trasnformasi dan peningkatan
terhadap program keselamatan di PHM umumnya dan di divisi Pengenboran dan
Intervensi Sumur Umumnya.
Perpustakaan Digital ITB