Sektor kesehatan dianggap sebagai "safe haven" bagi investor karena permintaannya yang non-siklis. Namun, era pascapandemi telah menunjukkan kerentanan di industri ini, terutama pada gangguan rantai pasokan global dan gesekan geopolitik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak Risiko Geopolitik (GPR) terhadap kinerja saham 76 perusahaan kesehatan yang terdaftar di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Singapura) dari tahun 2015 hingga 2024. Dengan menggunakan Indeks GPR
Caldara dan Iacoviello, penelitian ini menggunakan Panel Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dan Error Correction Model (ECM) untuk menganalisis ekuilibrium jangka panjang dan jangka pendek. Hasil empiris menunjukkan adanya "Paradoks Agregasi". Meskipun analisis sektoral gabungan menunjukkan mekanisme ketahanan yang signifikan dengan kecepatan penyesuaian 13,9%, pada tahap analisis tingkat Perusahaan, hasil menunjukkan adanya kerapuhan yang meluas. Studi ini menemukan bahwa 95% perusahaan yang disurvei (72 dari 76) tidak memiliki mekanisme koreksi kesalahan jangka pendek yang valid. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan hanya dimiliki oleh sebagian kecil perusahaan elit. Lebih lanjut, hasil penelitian juga menunjukkan respons pasar yang dualistik: sementara Risiko Geopolitik dan Inflasi secara umum secara signifikan menekan kinerja saham, Tindakan Geopolitik (GPRA) dan Ancaman (GPRT) malah menunjukkan dampak positif, hal ini menunjukkan adanya "premi kebutuhan" di mana investor mengantisipasi lonjakan permintaan pasokan medis selama konflik yang terjadi. Kesimpulan yang di dapat pada penelitian ini adalah sektor kesehatan bukan "safe haven" melainkan lanskap yang sangat terfragmentasi di mana inflasi menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi perusahaan daripada ketidakstabilan politik. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu investor dapat mengadopsi strategi penyaringan "ketahanan mikro" dari bawah ke atas, sementara manajer perusahaan harus memprioritaskan pemisahan rantai pasokan dan lindung nilai inflasi untuk menavigasi "Kesenjangan Ketahanan" yang teridentifikasi di wilayah tersebut.
Perpustakaan Digital ITB