Segara Anakan merupakan laguna semi tertutup di Kabupaten Cilacap yang
mengalami perubahan morfologi signifikan akibat sedimentasi intensif dari Sungai
Citanduy dan sungai-sungai di sekitarnya, sehingga menyebabkan penyempitan dan
pendangkalan perairan, khususnya di bagian barat laguna. Penelitian ini bertujuan
menganalisis perbedaan nilai flushing time di Segara Anakan antara kondisi
morfologi historis (abad ke-19) dan kondisi morfologi saat ini menggunakan
metode pemodelan numerik. Simulasi dilakukan selama 30 hari dengan pendekatan
passive tracer, membandingkan kondisi morfologi saat ini dengan kondisi lampau
yang direkonstruksi dari peta historis. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pola
hidrodinamika pada kedua kondisi relatif serupa, dengan arus terkonsentrasi pada
alur sempit dekat Plawangan Barat dan Timur, namun rata-rata elevasi muka air
pada kondisi sekarang lebih ekstrem dibandingkan kondisi lampau akibat energi
pasang surut yang kini lebih terpusat. Waktu pembilasan pada kondisi saat ini di
Klaces, Sleko, dan Motean berturut-turut sebesar 4,62 hari, 9,19 hari, dan 29,93
hari, sedangkan pada kondisi historis sebesar 7,12 hari, 9,67 hari, dan belum
tercapai hingga akhir simulasi. Perbandingan ini menunjukkan bahwa flushing time
di Klaces menjadi lebih cepat pada kondisi sekarang, sementara di Sleko relatif
tidak banyak berubah, dan di Motean tetap menjadi lokasi dengan waktu
pembilasan terlama pada kedua kondisi akibat posisinya yang jauh dari kedua
Plawangan dan terlindung mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengaruh perubahan morfologi terhadap flushing time bersifat lokal, bergantung
pada jarak dan posisi lokasi terhadap jalur utama pertukaran massa air di kedua
Plawangan.
Perpustakaan Digital ITB