digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK M Fairuz Zakariya Al Haidar
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Segara Anakan merupakan laguna semi tertutup di Kabupaten Cilacap yang mengalami perubahan morfologi signifikan akibat sedimentasi intensif dari Sungai Citanduy dan sungai-sungai di sekitarnya, sehingga menyebabkan penyempitan dan pendangkalan perairan, khususnya di bagian barat laguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan nilai flushing time di Segara Anakan antara kondisi morfologi historis (abad ke-19) dan kondisi morfologi saat ini menggunakan metode pemodelan numerik. Simulasi dilakukan selama 30 hari dengan pendekatan passive tracer, membandingkan kondisi morfologi saat ini dengan kondisi lampau yang direkonstruksi dari peta historis. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pola hidrodinamika pada kedua kondisi relatif serupa, dengan arus terkonsentrasi pada alur sempit dekat Plawangan Barat dan Timur, namun rata-rata elevasi muka air pada kondisi sekarang lebih ekstrem dibandingkan kondisi lampau akibat energi pasang surut yang kini lebih terpusat. Waktu pembilasan pada kondisi saat ini di Klaces, Sleko, dan Motean berturut-turut sebesar 4,62 hari, 9,19 hari, dan 29,93 hari, sedangkan pada kondisi historis sebesar 7,12 hari, 9,67 hari, dan belum tercapai hingga akhir simulasi. Perbandingan ini menunjukkan bahwa flushing time di Klaces menjadi lebih cepat pada kondisi sekarang, sementara di Sleko relatif tidak banyak berubah, dan di Motean tetap menjadi lokasi dengan waktu pembilasan terlama pada kedua kondisi akibat posisinya yang jauh dari kedua Plawangan dan terlindung mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perubahan morfologi terhadap flushing time bersifat lokal, bergantung pada jarak dan posisi lokasi terhadap jalur utama pertukaran massa air di kedua Plawangan.