COVER Nindya Rizqi Lestari
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Nindya Rizqi Lestari
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Nindya Rizqi Lestari
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Nindya Rizqi Lestari
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Nindya Rizqi Lestari
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Nindya Rizqi Lestari
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Nindya Rizqi Lestari
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Kangkung merupakan tanaman sayuran yang paling banyak dikonsumsi
pada level nasional yaitu mencapai 10,46 gram per kapita per hari. Kangkung
dengan pigmen ungu merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan
antosianin. Pertumbuhan dan kandungan antosianin tanaman sangat dipengaruhi
oleh faktor pemupukan. Pupuk organik yang dapat digunakan salah satunya
merupakan pupuk bokashi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh
pupuk bokashi dan menentukan dosis pupuk bokashi yang paling optimal untuk
pertumbuhan vegetative dan kadar antosianin tanaman kangkung ungu. Penelitian
dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan.
Perlakuan terdiri dari dosis pupuk bokashi b0 (0 ton/ha), b1 (30 ton/ha), b2 (40
ton/ha), dan b3 (50 ton/ha). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan
vegetatif, hasil biomassa, dan kandungan antosianin. Analisis yang digunakan yaitu
ANOVA one-way kepercayaan 95% dan uji lanjut DNMRT (Duncan’s New
Multiple Range Test). Hasil menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi pada
tanaman kangkung ungu (Ipomoea reptans var. Kangu71) dengan variasi dosis
memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada parameter kandungan klorofil
SPAD, namun tidak berbeda nyata pada parameter pertumbuhan tinggi tanaman,
diameter batang, jumlah daun, luas daun, biomassa tanaman, panjang akar, dan total
anthocyanin content. Selain itu, dosis pupuk bokashi yang memberikan hasil
terbaik untuk pertumbuhan tanaman kangkung ungu (Ipomoea reptans var.
Kangu71) adalah perlakuan b3 dengan dosis pupuk bokashi 50 ton/ha, sedangkan
yang memberikan hasil total anthocyanin content terbaik adalah perlakuan b1
dengan dosis pupuk 30 ton/ha.
Perpustakaan Digital ITB