digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nindya Rizqi Lestari
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

COVER Nindya Rizqi Lestari
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Nindya Rizqi Lestari
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Nindya Rizqi Lestari
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Nindya Rizqi Lestari
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Nindya Rizqi Lestari
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Nindya Rizqi Lestari
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Nindya Rizqi Lestari
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Kangkung merupakan tanaman sayuran yang paling banyak dikonsumsi pada level nasional yaitu mencapai 10,46 gram per kapita per hari. Kangkung dengan pigmen ungu merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan antosianin. Pertumbuhan dan kandungan antosianin tanaman sangat dipengaruhi oleh faktor pemupukan. Pupuk organik yang dapat digunakan salah satunya merupakan pupuk bokashi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pupuk bokashi dan menentukan dosis pupuk bokashi yang paling optimal untuk pertumbuhan vegetative dan kadar antosianin tanaman kangkung ungu. Penelitian dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri dari dosis pupuk bokashi b0 (0 ton/ha), b1 (30 ton/ha), b2 (40 ton/ha), dan b3 (50 ton/ha). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, hasil biomassa, dan kandungan antosianin. Analisis yang digunakan yaitu ANOVA one-way kepercayaan 95% dan uji lanjut DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test). Hasil menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi pada tanaman kangkung ungu (Ipomoea reptans var. Kangu71) dengan variasi dosis memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada parameter kandungan klorofil SPAD, namun tidak berbeda nyata pada parameter pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, biomassa tanaman, panjang akar, dan total anthocyanin content. Selain itu, dosis pupuk bokashi yang memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan tanaman kangkung ungu (Ipomoea reptans var. Kangu71) adalah perlakuan b3 dengan dosis pupuk bokashi 50 ton/ha, sedangkan yang memberikan hasil total anthocyanin content terbaik adalah perlakuan b1 dengan dosis pupuk 30 ton/ha.