digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Sintiya Anzeli
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Dalam peningkatan produktivitas pertanian, pupuk anorganik sering digunakan dan didukung dengan adanya subsidi pemerintah. Namun, penggunaannya tidak selalu diikuti peningkatan produktivitas dan dapat menurunkan kualitas tanah melalui gangguan keseimbangan biologis tanah. Aktivitas ini berdampak pada penurunan produksi pakcoy. Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak diminati masyarakat dengan harganya yang ekonomis dan banyak manfaat. Pakcoy memiliki nilai komersial yang tinggi sehingga prospek yang cukup menjanjikan diikuti dengan kebutuhan yang meningkat. Pertumbuhan tanaman memerlukan nutrisi terutama nitrogen pada tanah dalam menunjang pembentukkan klorofil. Dalam alternatifnya, digunakan penambahan asam humat dan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya interaksi pemberian asam humat dan pupuk hayati Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap biologis tanah, serapan nitrogen (N), dan kadar klorofil pada tanaman pakcoy (Brassica rapa L. var. Nauli F1), serta menentukan hasil neraca massa pada sistem budidaya pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2025 hingga Januari 2026 di screen house Labtek 1A Institut Teknologi Bandung menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu asam humat (0, 15, dan 30 kg ha?¹) dan pupuk hayati PGPR Bio-Extrim (0, 2, dan 3 L ha?¹) dengan total 9 perlakuan dan 3 ulangan. Sebelum pengaplikasian perlakuan, dilakukan penambahan pupuk dasar NPK 16:16:16 (150 kg/Ha) dan kotoran hewan kambing (20 ton/Ha). Parameter yang diamati meliputi bahan organik tanah, total populasi bakteri, respirasi tanah, serapan nitrogen, serta kadar klorofil daun. Setelah 37 HST, tanaman dipanen dan data pengamatan dianalisis dengan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan, serta uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat dan pupuk hayati PGPR memberikan pengaruh, namun tidak menunjukkan interaksi maupun pengaruh secara tunggal dengan nyata terhadap semua parameter. Hasil neraca massa nitrogen pada penelitian memiliki laju alir massa berkisar 0,068 - 0,102 kg N/siklus tanaman. Pemberian pupuk dasar NPK 16:16:16 dan kotoran hewan kambing sudah memiliki dosis yang lebih tinggi dibanding asam humat dan pupuk hayati, sehingga hasil perlakuan tidak memberikan efek besar dan kondisi tanah yang memiliki C/N tinggi sehingga ketersediaan hara bagi tanaman terbatas. Dengan demikian, pemberian asam humat dan pupuk hayati PGPR pada penelitian ini yang digunakan belum mampu meningkatkan biologis tanah, serapan nitrogen, dan kadar klorofil pada tanaman pakcoy secara optimal dalam penelitian ini.