Kelarutan yang buruk dan bioavaibilitas oral yang rendah merupakan tantangan utama dalam pengembangan produk, terutama untuk zat aktif yang termasuk dalam BCS (Biopharmaceutical Classification System) kelas II. Naproksen sebagai obat antiinflamasi nonsteroid, diklasifikasikan ke dalam golongan BCS kelas II. Salah satu pendekatan untuk mengatasi keterbatasan tersebut melalui pembentukan kokristal dan modifikasi habit kristal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak modifikasi habit kokristal naproksen menggunakan nikotinamida sebagai koformer terhadap kelarutan, disolusi, dan sifat tabletabilitasnya. Kokristal dibuat dengan metode penguapan pelarut dan dikarakterisasi menggunakan mikroskop polarisasi, PXRD, SEM, FTIR, dan DSC. Variasi pelarut digunakan untuk memodifikasi habit kristal dan mempelajari pengaruhnya terhadap sifat farmasetika. Pembentukan kokristal menunjukkan peningkatan kelarutan sebanyak 1,42 kali pada pelarut aseton, 1,41 kali pada pelarut asetonitril, dan 1,29 kali pada kloroform. Selain itu, kecepatan disolusi naproksen dari pembentukan kokristalnya menunjukkan adanya peningkatan. Pengujian tabletabilitas melalui tensile strength, elastic recovery, dan angle of repose menunjukkan pembentukan kokristal meningkatkan sifat tabletabilitas dibandingkan naproksen murni. Namun, campuran fisik menunjukkan sifat tabletabilitas lebih baik dibandingkan kokristal. Dengan demikian, modifikasi habit kokristal naproksen-niktotinamida berpotensi meningkatkan performa biofarmasetika naproksen dalam sediaan padat oral.
Perpustakaan Digital ITB