Kebisingan merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan di kota-kota besar. Bising adalah bunyi yang tidak dikehendaki yang dapat mengganggu dan atau membahayakan kesehatan. Salah satu risiko kesehatan adalah penurunan pendengaran dan hipertensi. Pada saat porter memasukkan barang dan mengeluarkan barang dari bagasi, porter berada dekat dengan mesin pesawat yang masih menyala dengan frekuensi bising di atas 85 dBA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan bising terhadap kesehatan porter baik itu penurunan pendengaran maupun kenaikan tekanan darah porter di PT. Z sebagai sampel dan pekerja di PT. X dan PT. Y sebagai kontrol yang merupakan pekerja di bagian administrasi. Penelitian dilakukan secara cross sectional. Jumlah subjek terdiri dari 28 pekerja porter dan 15 pekerja pekerja pada bagian administrasi sebagai kontrol yang memenuhi kriteria tertentu. Jenis-jenis pesawat yang ada pada bandara Husein Sastranegara Bandung diantaranya Airbus A320 dan Boeing B737-800. Berdasarkan hasil pegukuran di lapangan di area apron untuk shift A, B, dan C sebesar 101.61 dB, 101,47 dB, dan 101,44 dB. Untuk kebisingan di ruang basecamp porter shift A, B, dan C adalah 72,3 dB, 76,87, dan 73 dB. Untuk kebisingan kantor PT. X 60,3 – 61,95 dB(A) dan untuk kebisingan kantor Y adalah sebesar 60, 77 dan 63,94 dB(A) masih di bawah ambang batas Terdapat 9 orang pekerja porter dari 28 orang pekerja mengalami penurunan pendengaran. Sedangkan terdapat satu orang pekerja kontrol dari 15 pekerja mengalami penurunan pendengaran. Hasil Uji Paired Sample T Test dan analisis kontingensi mengatakan adanya hubungan antara besarnya paparan bising terhadap kenaikan tekanan darah sesaat. Nilai HQ untuk kelompok sampel sebesar 1,57 menunjukkan adanya potensi bahaya di lingkungan kerja. Dari hasil RR didapatkan nilai sebesar 4,82. Ini memperlihatkan risiko terjadinya penurunan batas dengar sampel 4,82 kali lebih besar dibandingkan kelompok kontrol.
Perpustakaan Digital ITB