Kebisingan merupakan faktor bahaya fisik yang umum dijumpai di lingkungan
kerja industri dan dapat menimbulkan dampak auditif maupun non-auditif. Industri
PVC compound menggunakan mesin yang beroperasi secara kontinu sehingga
berpotensi menghasilkan kebisingan melebihi Nilai Ambang Batas (NAB).
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pajanan kebisingan dengan
penurunan fungsi pendengaran dan gangguan psikologis pada pekerja industri PVC
compound di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan desain cross sectional
dengan 40 responden yang terdiri atas 30 orang pekerja kelompok terpapar dan 10
pekerja kelompok kontrol. Kebisingan tempat kerja diukur menggunakan Sound
Level Meter sedangkan pajanan kebisingan personal diukur menggunakan noise
dosimeter. Fungsi pendengaran dinilai melalui audiometri nada murni (Pure Tone
Average/PTA), dan gangguan psikologis dinilai menggunakan General Health
Questionnaire (GHQ-28). Analisis data dilakukan secara deskriptif, bivariat, serta
multivariat dengan bantuan RStudio dan Jamovi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di area produksi berkisar
antara 66–103 dB(A). Analisis bivariat menunjukkan bahwa lingkungan tempat
tinggal dekat sumber bising berhubungan signifikan dengan penurunan fungsi
pendengaran pekerja (p < 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa usia
dan tempat tinggal berpengaruh signifikan terhadap penurunan fungsi pendengaran
setelah dikontrol oleh variabel intensitas kebisingan, masa kerja, penggunaan alat
pelindung telinga, hobi terkait kebisingan, dan riwayat bekerja di tempat bising (p
< 0,05). Intensitas kebisingan kerja hanya menunjukkan hubungan yang signifikan
dengan gangguan psikologis pada aspek disfungsi sosial (p < 0,05). Dapat
disimpulkan, variabel tempat tinggal berhubungan secara signifikan terhadap
penurunan pendengaran dan intensitas bising berpengaruh signifikan pada disfungsi
sosial pekerja.
Perpustakaan Digital ITB