digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Laporan TA
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Kebisingan merupakan faktor bahaya fisik yang umum dijumpai di lingkungan kerja industri dan dapat menimbulkan dampak auditif maupun non-auditif. Industri PVC compound menggunakan mesin yang beroperasi secara kontinu sehingga berpotensi menghasilkan kebisingan melebihi Nilai Ambang Batas (NAB). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pajanan kebisingan dengan penurunan fungsi pendengaran dan gangguan psikologis pada pekerja industri PVC compound di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 40 responden yang terdiri atas 30 orang pekerja kelompok terpapar dan 10 pekerja kelompok kontrol. Kebisingan tempat kerja diukur menggunakan Sound Level Meter sedangkan pajanan kebisingan personal diukur menggunakan noise dosimeter. Fungsi pendengaran dinilai melalui audiometri nada murni (Pure Tone Average/PTA), dan gangguan psikologis dinilai menggunakan General Health Questionnaire (GHQ-28). Analisis data dilakukan secara deskriptif, bivariat, serta multivariat dengan bantuan RStudio dan Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di area produksi berkisar antara 66–103 dB(A). Analisis bivariat menunjukkan bahwa lingkungan tempat tinggal dekat sumber bising berhubungan signifikan dengan penurunan fungsi pendengaran pekerja (p < 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa usia dan tempat tinggal berpengaruh signifikan terhadap penurunan fungsi pendengaran setelah dikontrol oleh variabel intensitas kebisingan, masa kerja, penggunaan alat pelindung telinga, hobi terkait kebisingan, dan riwayat bekerja di tempat bising (p < 0,05). Intensitas kebisingan kerja hanya menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gangguan psikologis pada aspek disfungsi sosial (p < 0,05). Dapat disimpulkan, variabel tempat tinggal berhubungan secara signifikan terhadap penurunan pendengaran dan intensitas bising berpengaruh signifikan pada disfungsi sosial pekerja.