digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Daniel Bonifasius Sipayung
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Penelitian ini mengkaji pengaruh monsun terhadap variabilitas transpor volume dan air tawar (freshwater) di Perairan Indonesia Tengah, meliputi Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Maluku, dan Teluk Tomini, menggunakan data reanalisis Global Ocean Physics dari CMEMS selama periode 30 tahun (1994–2024). Transpor dihitung dengan mengintegrasikan kecepatan arus dan salinitas pada tiga lapisan vertikal berdasarkan profil temperatur klimatologis, yaitu lapisan Mix Layer Depth (MLD), lapisan transisi, dan lapisan termoklin, dengan salinitas referensi 34,62 psu. Analisis sinyal menggunakan Fast Fourier Transform (FFT) dan S-Transform diterapkan untuk mengevaluasi periodisitas dan variabilitas temporal. Verifikasi model CMEMS menghasilkan nilai korelasi 0,749 untuk kecepatan arus dan di atas 0,9 untuk salinitas dan temperatur, sehingga data dinyatakan layak digunakan. Hasil menunjukkan bahwa Selat Makassar memiliki aliran ke selatan yang konsisten dengan puncak outflow ?0,975 Sv pada lapisan transisi saat Musim Timur (JJA) dan melemah pada Musim Barat (DJF). Laut Sulawesi mencatat transpor ke barat terkuat pada JJA hingga ?0,8 Sv di lapisan termoklin. Laut Maluku menunjukkan pola vertikal paling dinamis dengan pembalikan arah transpor antar lapisan seiring pergantian monsun. Teluk Tomini memperlihatkan karakteristik perairan semi tertutup dengan magnitudo transpor kecil (< 0,1 Sv) yang didominasi siklus intramusiman 2–4 bulan. Analisis S-Transform mengungkap bahwa sinyal tahunan (12 bulan) mendominasi lapisan transisi di seluruh lokasi. Secara keseluruhan, El Niño melemahkan kapasitas transpor volume dan freshwater, sementara La Niña bertindak sebagai penguat aliran di Perairan Indonesia Tengah.