Penelitian ini mengkaji pengaruh monsun terhadap variabilitas transpor volume dan
air tawar (freshwater) di Perairan Indonesia Tengah, meliputi Selat Makassar, Laut
Sulawesi, Laut Maluku, dan Teluk Tomini, menggunakan data reanalisis Global
Ocean Physics dari CMEMS selama periode 30 tahun (1994–2024). Transpor
dihitung dengan mengintegrasikan kecepatan arus dan salinitas pada tiga lapisan
vertikal berdasarkan profil temperatur klimatologis, yaitu lapisan Mix Layer Depth
(MLD), lapisan transisi, dan lapisan termoklin, dengan salinitas referensi 34,62 psu.
Analisis sinyal menggunakan Fast Fourier Transform (FFT) dan S-Transform
diterapkan untuk mengevaluasi periodisitas dan variabilitas temporal. Verifikasi
model CMEMS menghasilkan nilai korelasi 0,749 untuk kecepatan arus dan di atas
0,9 untuk salinitas dan temperatur, sehingga data dinyatakan layak digunakan. Hasil
menunjukkan bahwa Selat Makassar memiliki aliran ke selatan yang konsisten
dengan puncak outflow ?0,975 Sv pada lapisan transisi saat Musim Timur (JJA)
dan melemah pada Musim Barat (DJF). Laut Sulawesi mencatat transpor ke barat
terkuat pada JJA hingga ?0,8 Sv di lapisan termoklin. Laut Maluku menunjukkan
pola vertikal paling dinamis dengan pembalikan arah transpor antar lapisan seiring
pergantian monsun. Teluk Tomini memperlihatkan karakteristik perairan semi
tertutup dengan magnitudo transpor kecil (< 0,1 Sv) yang didominasi siklus
intramusiman 2–4 bulan. Analisis S-Transform mengungkap bahwa sinyal tahunan
(12 bulan) mendominasi lapisan transisi di seluruh lokasi. Secara keseluruhan, El
Niño melemahkan kapasitas transpor volume dan freshwater, sementara La Niña
bertindak sebagai penguat aliran di Perairan Indonesia Tengah.
Perpustakaan Digital ITB