Pada tesis ini dipelajari pengaruh kopling bergantung waktu terhadap kinerja pe-
ngisian baterai kuantum berbasis waveguide persegi. Sistem yang ditinjau terdi-
ri atas dua two-level systems (TLS), yaitu charger dan baterai, yang berinteraksi
melalui medan elektromagnetik di dalam waveguide. Dinamika sistem dianalisis
menggunakan tiga bentuk modulasi kopling, yaitu Gaussian, Super-Gaussian, dan
Pulse Train. Besaran yang digunakan untuk mengevaluasi performa pengisian ada-
lah energi tersimpan dan ergotropi baterai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada kasus kopling statik, ergotropi maksimum menurun seiring bertambahnya ja-
rak dan menghilang pada jarak kritis sekitar ?z ? 0.53?11. Penerapan kopling ber-
gantung waktu terbukti mampu mempertahankan ergotropi pada jarak yang lebih
besar dibandingkan kasus statik. Di antara seluruh skema yang ditinjau, Pulse Tra-
in memberikan performa terbaik dengan menghasilkan ergotropi maksimum sekitar
0.18?11 pada ?z = 0.5?11, yaitu ketika sistem statik tidak lagi menghasilkan er-
gotropi. Selain itu, skema ini mampu memperluas jangkauan operasional sistem
hingga sekitar ?z ? 0.56?11. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modulasi kopling
bergantung waktu, khususnya Pulse Train, dapat menjadi strategi yang efektif un-
tuk mempertahankan kemampuan ekstraksi kerja pada baterai kuantum jarak jauh
berbasis waveguide QED.
Perpustakaan Digital ITB