BAB 1 Zulfi Akbar Harahap
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Zulfi Akbar Harahap
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Zulfi Akbar Harahap
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Zulfi Akbar Harahap
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Zulfi Akbar Harahap
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Zulfi Akbar Harahap
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Peningkatan emisi pada sektor transportasi mendorong perlunya pengembangan
material yang ramah lingkungan. Salah satu strategi realistis yang dapat diterapkan
adalah lightweighting pada komponen otomotif untuk menurunkan konsumsi energi
dan emisi. Magnesium merupakan material struktural ultraringan dengan densitas
sekitar 1,74 g/cm3, namun keterbatasan sifat mekanik membatasi aplikasinya
terutama pada komponen otomotif. Penguatan paduan Mg dengan unsur tanah
jarang terbukti efektif tetapi kurang ekonomis, sehingga Sn dipilih sebagai unsur
paduan alternatif karena mampu meningkatkan kekuatan dan kekakuan Mg melalui
mekanisme solid solution strengthening serta pengendalian pergerakan dislokasi
dengan biaya yang lebih rendah.
Rangkaian simulasi menggunakan metode molecular dynamics dilakukan untuk
menganalisis pengaruh penambahan unsur Sn pada paduan MgSn. Simulasi diawali
dengan membuat struktur sel tunggal HCP MgSn dengan penambahan konsentrasi
Sn (0; 0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1; 2; dan 3 at.%) sebagai random solid solution. Struktur
kemudian dimodelkan menggunakan potensial interatomik MEAM pada
temperatur konstan 300 K. Selanjutnya, dilakukan minimisasi energi untuk
memperoleh parameter kisi kesetimbangan, diikuti dengan proses relaksasi termal
menggunakan ensemble NPT (300 K, 1 bar). Pengujian mekanik dilakukan melalui
uniaxial tensile dan uniaxial compressive untuk menghasilkan kurva stress-strain,
yang kemudian digunakan untuk menentukan nilai ultimate tensile strength, yield
strength, dan Young’s modulus. Evolusi struktur kristal serta perilaku dislokasi
dianalisis menggunakan common neighbor analysis (CNA) dan dislocation
extraction analysis (DXA). Sedangkan stacking-fault energy (SFE) dihitung dari
perbandingan energi struktur sempurna dan struktur yang mengandung stacking
fault yang dinormalisasi terhadap luas bidang kesalahan tumpuk.
Penambahan Sn pada paduan MgSn menunjukkan peningkatan terhadap nilai UTS
(4,09 GPa menjadi 4,94 GPa), yield strength (2,89 GPa menjadi 3,02 GPa), dan
Young’s modulus (51,28 GPa menjadi 53,53 GPa) seiring dengan peningkatan
konsentrasi Sn. Peningkatan tersebut disebabkan oleh distorsi kisi yang
menghambat pergerakan dislokasi dan memperkuat ikatan antaratom. Penambahan
Sn >1 at.% juga meningkatkan nilai SFE dari 397 mJ/m2 pada Mg murni menjadi
407 mJ/m2 pada MgSn 3 at.%. Sedangkan penambahan Sn ? 1 at.% menghasilkan
nilai SFE yang relatif sama bahkan lebih rendah daripada Mg murni yaitu 396
mJ/m2 pada MgSn 0,4 at.%. Hal ini disebabkan oleh perubahan struktur kristal dari
HCP menjadi amorf akibat penambahan Sn yang mengubah kestabilan dislokasi
dan struktur kristal sehingga mempengaruhi ketangguhan dan deformasi material.
Perpustakaan Digital ITB