digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Adisty Salsabila
PUBLIC Open In Flipbook Ridha Pratama Rusli

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh ketinggian umpan dan tegangan listrik terhadap kinerja gravity-assisted electrodeionization (GA-EDI) untuk desalinasi air laut sintetis dengan konsentrasi 35.000 ppm NaCl. Ketinggian umpan divariasikan pada 120 cm dan 180 cm, sedangkan tegangan operasi divariasikan pada 4, 6, 8, dan 10 V. Kinerja sistem dievaluasi berdasarkan laju alir, arus listrik, persentase salt removal, total dissolved solids (TDS), pH, dan konsumsi energi spesifik (SEC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan ketinggian umpan meningkatkan laju alir aktual dan arus operasi akibat bertambahnya tekanan hidrostatik, tetapi tidak selalu meningkatkan efisiensi pemisahan ion karena waktu tinggal larutan di dalam modul menjadi lebih singkat. Tegangan listrik merupakan parameter yang paling dominan memengaruhi kinerja desalinasi. Pada ketinggian umpan 120 cm, peningkatan tegangan dari 4 V menjadi 10 V meningkatkan salt removal dari 20,18% menjadi 67,94%, namun diikuti kenaikan SEC dari 0,28 menjadi 1,35 Wh/g NaCl. Analisis ANOVA dua arah menunjukkan bahwa tegangan, ketinggian umpan, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap arus listrik maupun persen penyisihan garam. Kondisi operasi terbaik pada sistem satu tahap diperoleh pada tegangan 10 V dan ketinggian umpan 120 cm, tetapi air produk masih memiliki TDS sebesar 11.242 ppm sehingga belum memenuhi standar air minum. Penerapan konfigurasi dua tahap berhasil menurunkan TDS hingga 946,8 ppm dengan salt removal kumulatif 97,30% dari umpan awal. Hasil ini menunjukkan bahwa konfigurasi bertahap meningkatkan efektivitas GA-EDI dan memperkuat potensi teknologi ini sebagai alternatif desalinasi skala kecil yang sederhana serta sesuai untuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur