Penelitian ini mengevaluasi pengaruh ketinggian umpan dan tegangan listrik terhadap kinerja
gravity-assisted electrodeionization (GA-EDI) untuk desalinasi air laut sintetis dengan
konsentrasi 35.000 ppm NaCl. Ketinggian umpan divariasikan pada 120 cm dan 180 cm,
sedangkan tegangan operasi divariasikan pada 4, 6, 8, dan 10 V. Kinerja sistem dievaluasi
berdasarkan laju alir, arus listrik, persentase salt removal, total dissolved solids (TDS), pH, dan
konsumsi energi spesifik (SEC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan ketinggian
umpan meningkatkan laju alir aktual dan arus operasi akibat bertambahnya tekanan hidrostatik,
tetapi tidak selalu meningkatkan efisiensi pemisahan ion karena waktu tinggal larutan di dalam
modul menjadi lebih singkat. Tegangan listrik merupakan parameter yang paling dominan
memengaruhi kinerja desalinasi. Pada ketinggian umpan 120 cm, peningkatan tegangan dari 4 V
menjadi 10 V meningkatkan salt removal dari 20,18% menjadi 67,94%, namun diikuti kenaikan
SEC dari 0,28 menjadi 1,35 Wh/g NaCl. Analisis ANOVA dua arah menunjukkan bahwa
tegangan, ketinggian umpan, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap arus listrik
maupun persen penyisihan garam. Kondisi operasi terbaik pada sistem satu tahap diperoleh pada
tegangan 10 V dan ketinggian umpan 120 cm, tetapi air produk masih memiliki TDS sebesar
11.242 ppm sehingga belum memenuhi standar air minum. Penerapan konfigurasi dua tahap
berhasil menurunkan TDS hingga 946,8 ppm dengan salt removal kumulatif 97,30% dari umpan
awal. Hasil ini menunjukkan bahwa konfigurasi bertahap meningkatkan efektivitas GA-EDI dan
memperkuat potensi teknologi ini sebagai alternatif desalinasi skala kecil yang sederhana serta
sesuai untuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur
Perpustakaan Digital ITB