digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan digitalisasi dan perubahan kebutuhan industri telah meningkatkan tuntutan terhadap kompetensi tenaga kerja, termasuk di bidang pemasaran. Situasi ini menjadikan persepsi kesiapan kerja sebagai faktor kunci bagi karyawan yang baru memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi teknis dan kompetensi non-teknis terhadap persepsi kesiapan kerja di kalangan karyawan pemasaran pada tahap awal karier mereka. Penelitian ini menggunakan Human Capital Theory, Competency Framework, dan Work Readiness Model. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada karyawan pemasaran, dengan jumlah responden sebanyak 163 orang. Kompetensi teknis diukur melalui dimensi analisis data, riset pemasaran, pemasaran digital, dan pengembangan konten. Kompetensi non-teknis diukur melalui dimensi berpikir kritis, kolaborasi, kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan komunikasi. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi teknis dan kompetensi non-teknis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kesiapan kerja. Pemasaran digital dan kolaborasi merupakan dimensi yang memiliki pengaruh terkuat terhadap persepsi kesiapan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi teknis dan kompetensi non-teknis sama-sama penting dalam meningkatkan persepsi kesiapan kerja karyawan pemasaran pada tahap awal karier mereka. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan, lembaga pendidikan, dan individu dalam merancang strategi pengembangan kompetensi yang mendukung peningkatan persepsi kesiapan kerja. Kata Kunci: Kompetensi Teknis, Kompetensi Non-Teknis, Persepsi Kesiapan Kerja, Karyawan Tahap Awal Karier, Karyawan Pemasaran.