Perkembangan digitalisasi dan perubahan kebutuhan industri telah meningkatkan tuntutan terhadap
kompetensi tenaga kerja, termasuk di bidang pemasaran. Situasi ini menjadikan persepsi kesiapan
kerja sebagai faktor kunci bagi karyawan yang baru memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh kompetensi teknis dan kompetensi non-teknis terhadap persepsi
kesiapan kerja di kalangan karyawan pemasaran pada tahap awal karier mereka. Penelitian ini
menggunakan Human Capital Theory, Competency Framework, dan Work Readiness Model.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring
yang disebarkan kepada karyawan pemasaran, dengan jumlah responden sebanyak 163 orang.
Kompetensi teknis diukur melalui dimensi analisis data, riset pemasaran, pemasaran digital, dan
pengembangan konten. Kompetensi non-teknis diukur melalui dimensi berpikir kritis, kolaborasi,
kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan komunikasi. Data dalam penelitian ini dianalisis
menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kompetensi teknis dan kompetensi non-teknis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
persepsi kesiapan kerja. Pemasaran digital dan kolaborasi merupakan dimensi yang memiliki
pengaruh terkuat terhadap persepsi kesiapan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi
teknis dan kompetensi non-teknis sama-sama penting dalam meningkatkan persepsi kesiapan kerja
karyawan pemasaran pada tahap awal karier mereka. Oleh karena itu, hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan, lembaga pendidikan, dan individu dalam
merancang strategi pengembangan kompetensi yang mendukung peningkatan persepsi kesiapan
kerja.
Kata Kunci: Kompetensi Teknis, Kompetensi Non-Teknis, Persepsi Kesiapan Kerja, Karyawan
Tahap Awal Karier, Karyawan Pemasaran.
Perpustakaan Digital ITB