BAB 5 AHMAD CANDRA
EMBARGO  2029-01-08 
EMBARGO  2029-01-08 
BAB 6 AHMAD CANDRA
EMBARGO  2029-01-08 
EMBARGO  2029-01-08 
DAFTAR PUSTAKA AHMAD CANDRA
EMBARGO  2029-01-08 
EMBARGO  2029-01-08 
LAMPIRAN AHMAD CANDRA
EMBARGO  2029-01-08 
EMBARGO  2029-01-08 
Transformasi paradigma pariwisata di era digital telah menggeser peran wisatawan dari sekadar konsumen pasif menjadi prosumer (produsen sekaligus konsumen) yang aktif memproduksi dan mendistribusikan informasi melalui User Generated Content (UGC). Fenomena ini terlihat jelas di Kawasan Wisata Bandung Raya, di mana popularitas destinasi sangat dipengaruhi oleh konten visual yang beredar di media sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk memahami bagaimana (1) persepsi awal wisatawan terhadap citra destinasi dan (2) nilai yang dirasakan (perceived value) dapat membentuk kepuasan, yang kemudian (3) kepuasan dalam berwisata memicu (4) perilaku aktif memproduksi konten serta (5) mendorong keputusan berkunjung prosumer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Citra Destinasi dan Perceived Value terhadap Kepuasan Wisatawan, serta dampaknya terhadap aktivitas Produksi UGC dan Keputusan Berkunjung wisatawan prosumer di Kawasan Wisata Bandung Raya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang pernah berkunjung ke Bandung Raya dan aktif menggunakan media sosial. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 212 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Profil responden didominasi oleh Generasi Z dan Milenial (usia 18–28 tahun) yang menggunakan Instagram dan TikTok sebagai platform utama, serta memiliki tingkat pendidikan mayoritas Sarjana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis yang diajukan diterima dan berpengaruh signifikan. Pertama, Citra Destinasi/H1 (0.454) dan Perceived Value/H2
(0.405) terbukti berpengaruh positif terhadap Kepuasan Wisatawan. Analisis deskriptif mengungkap bahwa kepuasan wisatawan di Bandung Raya didorong oleh dominasi daya tarik visual alam (nature appeal) dan manfaat psikologis berupa relaksasi (healing), bukan semata-mata karena faktor harga. Kedua, temuan paling signifikan dalam penelitian ini adalah pengaruh Kepuasan Wisatawan terhadap Produksi UGC yang memiliki nilai koefisien jalur tertinggi/H3 (0.577). Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan pengalaman merupakan pendorong utama perilaku prosumer. Ketiga, Kepuasan Wisatawan/H4 (0.497) dan Produksi UGC/H5 (0.336) berpengaruh positif terhadap Keputusan Berkunjung. Model penelitian mampu menjelaskan varians Kepuasan Wisatawan sebesar 64,8% dan Keputusan Berkunjung sebesar 55,1%.
Kebaruan (novelty) dari penelitian ini terletak pada pembuktian karakteristik prosumer di Bandung Raya yang bersifat organik. Berbeda dengan asumsi umum mengenai komersialisasi konten, penelitian ini menemukan bahwa motivasi wisatawan memproduksi konten didasari oleh keinginan intrinsik untuk berbagi kebahagiaan (skor UGC1: 4.39), sementara motivasi komersial/afiliasi justru sangat rendah (skor UGC4: 3.88). Penelitian ini memberikan sumbangan teoretis mengenai perilaku konsumen pariwisata modern di mana aktivitas digital berfungsi sebagai validasi emosional yang memperkuat loyalitas destinasi. Secara praktis, penelitian merekomendasikan pemangku kepentingan pariwisata di Bandung Raya untuk memfasilitasi prosumer organik melalui penyediaan infrastruktur visual yang mendukung dan menjaga keaslian ekosistem alam sebagai aset utama pariwisata.
Perpustakaan Digital ITB