Abstrak - Eleora Margaretha Ndraha
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Meningkatnya limbah plastik berbasis minyak bumi telah memicu pencarian alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu alternatif menjanjikan adalah bioplastik berbasis biomassa terbarukan, seperti kombinasi selulosa dari limbah kulit durian dan pati sorgum. Selulosa memiliki kekuatan mekanik dan ketahanan termal yang baik, sementara pati sorgum unggul dari segi ketersediaan, potensi komersialisasi, serta sifat termoplastiknya. Bioplastik selulosa-pati telah terbukti potensial, namun masih menghadapi keterbatasan dalam aspek mekanik, fleksibilitas, dan ketahanan terhadap air. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya optimalisasi performa bioplastik terdahulu, dengan fokus pada pengaruh jenis plasticizer terhadap karakteristik bioplastik berbasis selulosa-pati. Variasi plasticizer yang digunakan meliputi gliserol (G200), sorbitol (S200), PEG 400 (P200), dan campuran ATBC–gliserol 1:1 (AG200), masing-masing sebanyak 200 ?L. Film dikarakterisasi berdasarkan sifat mekanik, sudut kontak air, absorpsi air, permeabilitas uap air, warna, stabilitas termal, morfologi, gugus fungsi, biodegradabilitas, dan kemampuannya sebagai kemasan bolu.
Isolasi menghasilkan rendemen selulosa sebesar 8,26% dan pati sebesar 35,58%, dengan kadar pati terhitung sebesar 56,67% berdasarkan metode Somogyi–Nelson. Analisis FTIR menunjukkan bahwa seluruh plasticizer terinkorporasi tanpa membentuk gugus fungsi baru. AG200 menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 4,71 MPa, sudut kontak tertinggi sebesar 77°, absorpsi air terendah sebesar 14,44%, dan permeabilitas uap air terendah sebesar 3,50 × 10?? g/m²·hari. S200 menghasilkan karakteristik mekanik, ketahanan air, dan biodegradabilitas yang moderat dibandingkan variasi lainnya. G200 menunjukkan elongasi saat putus tertinggi sebesar 6,56%, sedangkan P200 memiliki stabilitas termal, derajat putih, dan biodegradabilitas tertinggi dengan pengurangan massa sebesar 53,69%. Seluruh bioplastik mampu menghambat pertumbuhan jamur secara visual pada bolu selama 10 hari penyimpanan, meskipun kekerasannya meningkat.
Perpustakaan Digital ITB