Penelitian ini menguji apakah penggunaan bahasa iklan yang bermuatan moral meningkatkan
niat konsumen untuk membagikan produk terkait kesehatan di media sosial, serta apakah
pengaruh tersebut bergantung pada tingkat health consciousness. Bahasa moral-emosional telah
terbukti meningkatkan penyebaran konten dalam konteks politik dan berita, tetapi apakah
keunggulan tersebut juga berlaku pada iklan komersial masih belum teruji. Sebuah eksperimen
yang melibatkan 128 partisipan membandingkan niat berbagi terhadap iklan native di Instagram
yang dibingkai menggunakan bahasa bermuatan moral atau bahasa yang netral secara fungsional.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kondisi
tersebut; pembingkaian moral tidak meningkatkan niat berbagi. Sebaliknya, health consciousness
secara kuat memprediksi niat berbagi terlepas dari bagaimana iklan tersebut dibingkai. Temuan
ini menunjukkan bahwa dalam iklan produk terkait kesehatan, nilai dan identitas yang telah
dimiliki konsumen mungkin lebih berpengaruh daripada bahasa yang digunakan untuk
membingkai pesan. Keunggulan pembingkaian moral dalam mendorong penyebaran konten yang
ditemukan pada konteks nonkomersial kemungkinan tidak dapat diterapkan secara langsung pada
periklanan, ketika format native dan relevansi produk telah meningkatkan motivasi dasar untuk
berbagi.
Kata kunci: pembingkaian moral, niat berbagi, health consciousness, iklan native, penularan
moral.
Perpustakaan Digital ITB