Transformator merupakan komponen penting dalam sistem tenaga listrik yang keandalannya sangat bergantung pada kualitas minyak isolasi sebagai media isolasi dan pendingin. Gangguan elektrik arcing dapat mempercepat degradasi minyak dan memicu kegagalan transformator, sehingga diperlukan kajian komparatif terhadap ketahanan berbagai jenis minyak transformator terhadap pengaruh elektrik arcing. Metode yang digunakan adalah dengan pengujian pemberian gangguan arcing dengan berbagai parameter seperti durasi, tegangan dan jarak elektroda untuk menguji tegangan tembus dan analisis gas terlarut dengan beberapa metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan arcing menyebabkan penurunan signifikan nilai tegangan tembus pada seluruh jenis minyak isolasi. Minyak natural ester mengalami penurunan terbesar dari 52,35 kV menjadi 27,10 kV, diikuti minyak GTL dari 43,20 kV menjadi 23,28 kV dan minyak mineral dari 38,20 kV menjadi 22,33 kV, yang menunjukkan ketahanan sedang terhadap stres arcing. Sebaliknya, minyak sintetik ester mengalami penurunan paling kecil dari 39,87 kV menjadi 26,47 kV, menandakan stabilitas dielektrik terbaik. Analisis gas terlarut mengonfirmasi terjadinya arcing pada seluruh minyak melalui dominasi gas asetilena (C?H?) dan hidrogen (H?), dengan kemunculan gas minor seperti etilena (C?H?) dan karbon monoksida (CO). Hasil Segitiga Duval menunjukkan mayoritas sampel berada pada zona D1, sementara metode TDCG mengindikasikan tingkat keparahan tinggi akibat dominasi C?H? dan H2. Temuan ini menegaskan hubungan langsung antara intensitas arcing yang semakin besar dengan penurunan nilai tegangan tembus dan peningkatan gas terlarut.
Perpustakaan Digital ITB