Tesis oleh Pebi Wahyudin dari Institut Teknologi Bandung ini mengkaji **pengaruh gangguan elektrik arcing terhadap tegangan tembus (dielectric strength) dan analisis gas terlarut pada berbagai jenis minyak isolasi transformator**.
Penelitian ini termotivasi oleh pentingnya kualitas minyak isolasi bagi keandalan transformator, mengingat gangguan arcing dapat mempercepat degradasi minyak dan menyebabkan kegagalan. Metode yang digunakan adalah pemberian gangguan arcing terkontrol (dengan variasi durasi, tegangan, dan jarak elektroda) pada berbagai jenis minyak, kemudian diukur tegangan tembusnya dan dilakukan analisis gas terlarut (DGA).
**Hasil penelitian menunjukkan:**
1. **Penurunan Tegangan Tembus:** Gangguan arcing menyebabkan penurunan signifikan nilai tegangan tembus pada seluruh jenis minyak.
* **Minyak sintetis ester** menunjukkan penurunan paling kecil, mengindikasikan **stabilitas dielektrik terbaik**.
* **Minyak natural ester** mengalami penurunan terbesar, diikuti oleh minyak GTL dan minyak mineral, yang menunjukkan ketahanan sedang terhadap stres arcing.
2. **Analisis Gas Terlarut (DGA):** DGA mengonfirmasi terjadinya arcing pada semua minyak, ditandai dominasi gas asetilena (CH) dan hidrogen (H), serta kemunculan gas minor seperti etilena (CH) dan karbon monoksida (CO). Analisis segitiga Duval dan metode TDCG mengindikasikan tingkat keparahan arcing yang tinggi.
**Kesimpulan:** Temuan ini menegaskan adanya hubungan langsung antara peningkatan intensitas arcing dengan penurunan nilai tegangan tembus dan peningkatan konsentrasi gas terlarut dalam minyak isolasi transformator.