digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Salma Wahyuni
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) merupakan salah satu fenomena iklim global yang memengaruhi variabilitas iklim di Indonesia, termasuk temperatur udara dan Land Surface Temperature (LST). Kajian mengenai hubungan ENSO terhadap temperatur udara dan LST telah dilakukan di beberapa wilayah tropis, namun penelitian di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ENSO terhadap temperatur udara dan Land Surface Temperature pada berbagai fase ENSO di wilayah DKI Jakarta selama periode 1990–2024. Penelitian ini menggunakan data Oceanic Niño Index (ONI), data temperatur udara dari Stasiun Meteorologi Kemayoran, Soekarno–Hatta, dan Tanjung Priok, serta data citra Landsat 5, 7, 8, dan 9 dengan tutupan awan ? 5% untuk perhitungan LST. Hubungan ENSO terhadap temperatur udara dianalisis menggunakan metode lag correlation (lag 0–3 bulan) pada semua bulan dan musim (DJF, MAM, JJA, SON) untuk menentukan musim dengan korelasi terkuat sebagai fokus analisis LST. Citra landsat pada musim tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan fase ENSO. Selanjutnya, nilai LST dihitung dan dianalisis berdasarkan distribusi statistik, perubahan spasial, serta keterkaitannya dengan jenis tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ENSO memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap temperatur udara rata-rata, maksimum, dan minimum pada ketiga stasiun dengan kategori korelasi rendah. Hubungan terkuat terjadi pada musim September–Oktober–November (SON), terutama di Stasiun Meteorologi Tanjung Priok dengan koefisien korelasi sebesar 0,606. Karakteristik LST menunjukkan bahwa pengaruh ENSO belum terlihat secara konsisten pada kelompok pengamatan awal, namun mulai tampak pada kelompok berikutnya dan paling jelas pada kelompok 4, di mana fase El Niño menghasilkan distribusi, pola spasial, dan nilai LST yang lebih tinggi dibandingkan fase netral, sedangkan fase La Niña menunjukkan penurunan LST. Secara umum, ENSO berpengaruh terhadap temperatur udara di DKI Jakarta, sedangkan pengaruhnya terhadap karakteristik LST belum terlihat secara signifikan di DKI Jakarta.