Abstrak - Ariel Attalla Kautsar
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Tingginya beban lingkungan industri penyamakan kulit mendorong urgensi pengembangan material komposit alami berkelanjutan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh konsentrasi NaOH (5% dan 10%) serta rasio cairan-terhadap-padatan (10:1 dan 20:1 mL/g) pada proses ekstraksi alkali serat daun nanas (pineapple leaf fiber, PALF) terhadap karakteristik kulit vegan (vegan leather) berbasis matriks lateks karet alam. Komposit non-anyaman (non-woven) hasil fabrikasi dikarakterisasi secara komprehensif, dengan kain PALF anyaman (woven, W0) digunakan sebagai variasi struktur lembaran serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH dari 5% ke 10% dan ekspansi rasio cairan terhadap padatan dari 10:1 ke 20:1 mL/g secara signifikan meningkatkan efisiensi delignifikasi serat. Fenomena ini meningkatkan interaksi antarmuka serat-matriks, di mana perlakuan NaOH 10% dengan rasio 20:1 mL/g menghasilkan kadar selulosa sebesar 88,66%, kuat tarik komposit non-anyaman sebesar 2,43 MPa, dan reduksi absorpsi air hingga 5,48% akibat struktur yang lebih homogen berdasarkan pengamatan Scanning Electron Microscopy (SEM). Pada kondisi tersebut, kulit vegan menunjukkan stabilitas yang baik dengan laju biodegradasi terkendali sebesar 8,97% massa hilang setelah 28 hari. Sebagai pembanding, variasi woven menghasilkan kuat tarik 7,78 MPa dan kuat sobek 66,44 N/mm. Dapat disimpulkan bahwa manipulasi parameter termokimia ekstraksi alkali secara langsung merekayasa sifat fungsional komposit kulit vegan untuk aplikasi mode ringan (lightweight fashion).
Perpustakaan Digital ITB