digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Fenomena Urban Heat Island (UHI) menjadi isu krusial dalam kajian lingkungan perkotaan, dimana peningkatan suhu permukaan kota secara signifikan dipengaruhi oleh perubahan tutupan lahan akibat urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dinamika tutupan lahan dan fenomena UHI di Kota Cirebon selama periode tahun 2003 hingga 2023. Menggunakan pendekatan geospasial dengan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian ini mengolah citra satelit Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI/TIRS untuk memperoleh parameter suhu permukaan (Land Surface Temperature, LST), indeks vegetasi (Normalized Difference Vegetation Index, NDVI), serta klasifikasi tutupan lahan (Land Cover, LC). Analisis dilakukan melalui menggunakan regresi linear guna memahami keterkaitan antara peningkatan lahan terbangun, penurunan vegetasi, dan perubahan suhu permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama dua dekade terakhir, suhu permukaan Kota Cirebon mengalami kenaikan rata-rata sebesar 4,2°C dengan peningkatan dominasi lahan terbangun dari 51,07% menjadi 65,07%. Sebaliknya, luas vegetasi mengalami penurunan sebesar 4,69% yang secara spasial berbanding terbalik dengan intensitas LST. Nilai korelasi antara NDVI dan LST menunjukkan hubungan signifikan negatif (R2 = 0,73) yang menegaskan bahwa penurunan kerapatan vegetasi berkontribusi terhadap peningkatan suhu permukaan kota. Fenomena UHI paling kuat teridentifikasi di Kecamatan Harjamukti, Kesambi, dan Lemahwungkuk dimana ketiga kecamatan ini mengalami konversi lahan tertinggi. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan tata ruang melalui peningkatan ruang terbuka hijau, pengendalian zonasi pembangunan, serta pemanfaatan teknologi geospasial untuk pemantauan berkelanjutan. Secara akademis, hasil studi ini memperkuat teori hubungan negatif antara perubahan tutupan lahan dan intensitas termal perkotaan, serta memberikan kontribusi praktis dalam penyusunan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan iklim mikro di kawasan urban pesisir.