ABSTRAK Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Syafira Adzhani Hentihu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Fenomena Urban Heat Island (UHI) menjadi isu krusial dalam kajian lingkungan
perkotaan, dimana peningkatan suhu permukaan kota secara signifikan dipengaruhi
oleh perubahan tutupan lahan akibat urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi hubungan antara dinamika tutupan lahan dan fenomena UHI di
Kota Cirebon selama periode tahun 2003 hingga 2023. Menggunakan pendekatan
geospasial dengan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG),
penelitian ini mengolah citra satelit Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI/TIRS
untuk memperoleh parameter suhu permukaan (Land Surface Temperature, LST),
indeks vegetasi (Normalized Difference Vegetation Index, NDVI), serta klasifikasi
tutupan lahan (Land Cover, LC). Analisis dilakukan melalui menggunakan regresi
linear guna memahami keterkaitan antara peningkatan lahan terbangun, penurunan
vegetasi, dan perubahan suhu permukaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama dua dekade terakhir, suhu permukaan
Kota Cirebon mengalami kenaikan rata-rata sebesar 4,2°C dengan peningkatan
dominasi lahan terbangun dari 51,07% menjadi 65,07%. Sebaliknya, luas vegetasi
mengalami penurunan sebesar 4,69% yang secara spasial berbanding terbalik
dengan intensitas LST. Nilai korelasi antara NDVI dan LST menunjukkan
hubungan signifikan negatif (R2 = 0,73) yang menegaskan bahwa penurunan
kerapatan vegetasi berkontribusi terhadap peningkatan suhu permukaan kota.
Fenomena UHI paling kuat teridentifikasi di Kecamatan Harjamukti, Kesambi, dan
Lemahwungkuk dimana ketiga kecamatan ini mengalami konversi lahan tertinggi.
Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan tata ruang melalui peningkatan
ruang terbuka hijau, pengendalian zonasi pembangunan, serta pemanfaatan
teknologi geospasial untuk pemantauan berkelanjutan. Secara akademis, hasil studi
ini memperkuat teori hubungan negatif antara perubahan tutupan lahan dan
intensitas termal perkotaan, serta memberikan kontribusi praktis dalam penyusunan
kebijakan yang adaptif terhadap perubahan iklim mikro di kawasan urban pesisir.
Perpustakaan Digital ITB