Penelitian ini mengkaji tata kelola implementasi Extended Producer Responsibility
(EPR) pada simpul pengumpulan sampah plastik di Kabupaten Bandung sebagai
studi kasus. EPR merupakan kebijakan yang mewajibkan produsen bertanggung
jawab atas kemasan produknya hingga fase pascakonsumsi. Meskipun telah diatur
melalui PermenLHK Nomor P.75 Tahun 2019, implementasi EPR di Indonesia
masih menghadapi tantangan tata kelola yang kompleks, terutama dalam hal
distribusi kewenangan antar level pemerintahan dan keterlibatan aktor non-negara.
Penelitian ini bertujuan memperoleh pemahaman mengenai mekanisme
implementasi, karakteristik tata kelola multilevel, dan kesenjangan implementasi
EPR. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi
kasus tunggal dan analisis konten terarah, serta wawancara mendalam terhadap
tujuh kelompok informan. Kerangka analisis utama menggunakan teori Multi-Level
Governance, dilengkapi identifikasi prasyarat tata kelola kolaboratif, serta prinsip
tata kelola EPR ideal untuk analisis kesenjangan. Hasil penelitian menunjukkan tiga
temuan utama. Pertama, implementasi EPR berkembang melalui pemanfaatan
jejaring bisnis dan rantai pengumpulan yang telah ada, sehingga mekanisme pasar
menjadi penggerak utama dibandingkan kewajiban regulasi. Kedua, jejaring
implementasi mengikuti rantai nilai material yang melintasi batas wilayah
administratif, sedangkan pemerintah daerah beroperasi berdasarkan yurisdiksi
wilayah, sehingga menyebabkan pemerintah daerah berada di luar jejaring
implementasi meskipun memiliki tanggung jawab pengelolaan sampah, serta
prasyarat tata kelola kolaboratif belum terpenuhi secara utuh. Ketiga, kesenjangan
implementasi EPR bersifat sistemik dan terjadi di seluruh fungsi tata kelola dan
praktik implementasi berkembang lebih cepat daripada mekanisme tata kelola yang
mendukungnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi EPR merupakan
proses adaptif yang berkembang dalam ekosistem yang telah terbentuk sebelumnya,
bukan penerapan kebijakan yang berlangsung secara linear. Efektivitas EPR tidak
hanya ditentukan oleh kekuatan regulasi, tetapi juga oleh kemampuan desain
kebijakan dalam memahami dan mengarahkan dinamika implementasi menuju
sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan akuntabel.
Perpustakaan Digital ITB