Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas perkotaan di Kecamatan Larantuka, Kabupaten
Flores Timur berdampak pada peningkatan timbulan sampah rumah tangga yang tidak diimbangi oleh
ketersediaan infrastruktur dan sistem pengumpulan sampah yang memadai. Ketimpangan distribusi
fasilitas persampahan tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi
juga mencerminkan tantangan keadilan sosial dalam penyediaan layanan publik dasar. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat aksesibiltas pengumpulan sampah rumah tangga dengan
penerapan teori aksesibilitas yang ditinjau dari kriteria spasial dan nonspasial, dengan sasaran:
teridentifikasinya kriteria aksesibilitas spasial dan nonspasial pengumpulan sampah rumah tangga;
teridentifikasinya kondisi aksesibilitas spasial dan nonspasial di wilayah studi; serta teridentifikasinya
ketercapaian tingkat aksesibilitas berdasarkan kriteria tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif, analisis
kesenjangan, dan analisis komparatif, yang membandingkan kondisi eksisting dengan standar regulasi
persampahan yang berlaku, serta persepsi dan preferensi masyarakat. Pengumpulan data dilakukan
melalui survei kuesioner terhadap 148 responden yang tersebar di 20 desa/kelurahan, didukung oleh
analisis dokumen, observasi lapangan, dan wawancara. Kerangka teoretis yang digunakan adalah teori
aksesibilitas, Hansen (1959) yang memposisikan pengelolaan sampah sebagai layanan publik berbasis
lokasi yang harus dinilai secara komprehensif dari dimensi spasial maupun nonspasial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kriteria aksesibilitas spasial, 80% wilayah desa/kelurahan di
Kecamatan Larantuka tidak terlayani secara ideal berdasarkan standar regulasi, ditinjau dari kriteria
aksesibilitas nonspasial, akses fasilitas persampahan dirasakan sulit dijangkau oleh kelompok rentan
tertentu seperti lansia dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Penelitian ini
merekomendasikan redistribusi fasilitas persampahan berbasis kebutuhan kependudukan, penerapan
sistem pengumpulan door-to-door, serta pengembangan skema retribusi partisipatif yang berkeadilan.
Perpustakaan Digital ITB