Blind box POP MART semakin menarik perhatian di Indonesia karena kombinasi produk koleksi,
desain karakter yang menarik, edisi terbatas, dan pengalaman pembelian yang tidak pasti. Tidak
seperti produk biasa, blind box tidak memungkinkan konsumen untuk mengetahui barang apa yang
akan mereka terima sebelum pembelian dilakukan. Dalam pandangan tradisional tentang perilaku
konsumen, ketidakpastian sering dianggap sebagai risiko karena konsumen mungkin menerima
barang yang tidak diinginkan, produk duplikat, atau karakter yang tidak sesuai dengan preferensi
mereka. Namun, banyak konsumen POP MART masih menunjukkan keinginan untuk membeli
kembali meskipun mengetahui kemungkinan tersebut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis
bagaimana daya tarik produk dan ketidakpastian terkait dengan niat pembelian kembali melalui nilai
fungsional, nilai emosional, nilai sosial, dan keberuntungan yang dirasakan di antara sampel pembeli
berulang blind box POP MART yang berdomisili di Indonesia. Studi ini menggunakan kerangka kerja
Stimulus–Organism–Response. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan 254 tanggapan yang
dikumpulkan, 240 tanggapan valid dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4. Hasil
menunjukkan bahwa daya tarik produk berpengaruh positif terhadap nilai fungsional, nilai emosional,
nilai sosial, dan keberuntungan yang dirasakan, sedangkan ketidakpastian berpengaruh positif
terhadap nilai emosional, nilai sosial, dan keberuntungan yang dirasakan. Keberuntungan yang
dirasakan memiliki pengaruh terkuat terhadap niat pembelian ulang, diikuti oleh nilai emosional, nilai
sosial, dan nilai fungsional. Temuan ini menunjukkan bahwa ketidakpastian dalam konsumsi blind
box tidak hanya bertindak sebagai risiko, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman yang terkait
dengan rasa ingin tahu, kesenangan, interaksi sosial, dan harapan untuk mendapatkan barang yang
diinginkan. Studi ini berkontribusi dengan memberikan wawasan tentang niat pembelian ulang dari
sampel pembeli berulang blind box POP MART yang berdomisili di Indonesia dan memberikan
masukan bagi POP MART untuk mempertahankan desain yang menarik, menghadirkan barang-
barang terbatas atau rahasia, dan mendorong konsumen untuk berbagi pengalaman mereka melalui
media sosial.
Kata kunci: POP MART, blind box, daya tarik produk, ketidakpastian, nilai yang dirasakan,
keberuntungan yang dirasakan, niat pembelian kembali, kerangka kerja S-O
Perpustakaan Digital ITB