digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Blind box POP MART semakin menarik perhatian di Indonesia karena kombinasi produk koleksi, desain karakter yang menarik, edisi terbatas, dan pengalaman pembelian yang tidak pasti. Tidak seperti produk biasa, blind box tidak memungkinkan konsumen untuk mengetahui barang apa yang akan mereka terima sebelum pembelian dilakukan. Dalam pandangan tradisional tentang perilaku konsumen, ketidakpastian sering dianggap sebagai risiko karena konsumen mungkin menerima barang yang tidak diinginkan, produk duplikat, atau karakter yang tidak sesuai dengan preferensi mereka. Namun, banyak konsumen POP MART masih menunjukkan keinginan untuk membeli kembali meskipun mengetahui kemungkinan tersebut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana daya tarik produk dan ketidakpastian terkait dengan niat pembelian kembali melalui nilai fungsional, nilai emosional, nilai sosial, dan keberuntungan yang dirasakan di antara sampel pembeli berulang blind box POP MART yang berdomisili di Indonesia. Studi ini menggunakan kerangka kerja Stimulus–Organism–Response. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan 254 tanggapan yang dikumpulkan, 240 tanggapan valid dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4. Hasil menunjukkan bahwa daya tarik produk berpengaruh positif terhadap nilai fungsional, nilai emosional, nilai sosial, dan keberuntungan yang dirasakan, sedangkan ketidakpastian berpengaruh positif terhadap nilai emosional, nilai sosial, dan keberuntungan yang dirasakan. Keberuntungan yang dirasakan memiliki pengaruh terkuat terhadap niat pembelian ulang, diikuti oleh nilai emosional, nilai sosial, dan nilai fungsional. Temuan ini menunjukkan bahwa ketidakpastian dalam konsumsi blind box tidak hanya bertindak sebagai risiko, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman yang terkait dengan rasa ingin tahu, kesenangan, interaksi sosial, dan harapan untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Studi ini berkontribusi dengan memberikan wawasan tentang niat pembelian ulang dari sampel pembeli berulang blind box POP MART yang berdomisili di Indonesia dan memberikan masukan bagi POP MART untuk mempertahankan desain yang menarik, menghadirkan barang- barang terbatas atau rahasia, dan mendorong konsumen untuk berbagi pengalaman mereka melalui media sosial. Kata kunci: POP MART, blind box, daya tarik produk, ketidakpastian, nilai yang dirasakan, keberuntungan yang dirasakan, niat pembelian kembali, kerangka kerja S-O