Abstrak - GALU AYU PARWATI
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Tanah ekspansif merupakan jenis tanah yang mudah mengalami perubahan volume
akibat variasi kadar air, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada
bangunan dan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan metode stabilisasi tanah
yang efektif dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan
adalah metode presipitasi kalsit berbasis ampas tahu. Ampas tahu dipilih karena
merupakan limbah industri yang ketersediaannya melimpah di Indonesia, mudah
diperoleh, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber biokatalis dalam proses
hidrolisis urea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stabilisasi
presipitasi kalsit menggunakan biokatalis ampas tahu terhadap karakteristik
pemadatan, kuat geser, dan pengembangan tanah ekspansif. Sampel tanah ekspansif
diuji melalui beberapa pengujian laboratorium, meliputi X-Ray Diffraction (XRD),
Methylene Blue Value (MBV), index properties, pH, kompaksi standard proctor,
kuat tekan bebas (UCS), serta pengembangan 1 dimensi. Variasi konsentrasi ampas
tahu yang digunakan sebesar 20, 40, 60, dan 80 g/L untuk pengujian hidrolisis urea
dan presipitasi kalsit. Konsentrasi dengan performa terbaik kemudian digunakan
pada pengujian tanah dengan variasi waktu pemeraman 3, 7, dan 14 hari. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 60 g/L memberikan performa terbaik
dalam proses stabilisasi tanah ekspansif. Pada konsentrasi tersebut, mampu
menurunkan OMC hingga 16.66%, meningkatkan MDD hingga 2.32%,
meningkatkan UCS hingga 199.16%, menurunkan swelling pressure hingga
82.79%, serta menurunkan free swell hingga 57.67%, Berdasarkan variasi waktu
pemeraman, curing 14 hari menghasilkan peningkatan UCS tertinggi, sedangkan
curing 7 hari memberikan penurunan swelling paling optimum. Berdasarkan hasil
tersebut, metode presipiasi kalsit menggunakan ampas tahu sebagai biokatalis
berpotensi digunakan sebagai alternatif stabilisasi tanah ekspansif dengan
memanfaatkan limbah organik yang melimpah dan bernilai guna.
Perpustakaan Digital ITB