Baja maraging 18Ni-300 merupakan baja berkekuatan tinggi yang digunakan pada komponen berkinerja tinggi, termasuk komponen senjata. Pada aplikasi tersebut, material menerima pembebanan berulang sehingga diperlukan kemampuan menahan inisiasi dan propagasi retak fatigue. Penelitian ini menganalisis pengaruh perlakuan aging, shot peening, dan kombinasi aging + shot peening terhadap sifat mekanik baja maraging 18Ni-300. Perlakuan aging digunakan untuk menganalisis pengaruh precipitation hardening, sedangkan shot peening digunakan untuk menganalisis pengaruh modifikasi permukaan terhadap ketahanan fatigue.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aging meningkatkan kekerasan rata-rata dari 373 HV pada spesimen raw material menjadi 594 HV, sedangkan kombinasi aging + shot peening menghasilkan kekerasan tertinggi 651 HV. Hasil ini konsisten dengan hasil uji tarik, aging meningkatkan yield strength 104% dan tensile strength 85% dibandingkan spesimen raw material. Perlakuan aging + shot peening juga meningkatkan yield strength 95% dan tensile strength 79%. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan matriks utama didominasi oleh martensit. Hasil XRD mendukung hasil pengujian struktur mikro yaitu menunjukkan dominasi fasa martensit berbasis BCC (?) dan fasa minor austenit berbasis FCC (?).
Pada pengujian fatigue, spesimen aging + shot peening menunjukkan ketahanan fatigue tertinggi dengan rata-rata cycle to failure 744.758, meningkat 1138% dibandingkan spesimen raw material. Sebaliknya, spesimen dengan perlakuan shot peening tanpa aging memiliki cycle to failure paling rendah karena terjadi peningkatan kekasaran permukaan yang memicu terjadinya multiple crack initiation, konsisten dengan hasil fraktografi spesimen shot peening yang memiliki banyak titik inisiasi retak. Dengan demikian, kombinasi aging + shot peening merupakan perlakuan paling efektif dalam meningkatkan ketahanan fatigue baja maraging 18Ni-300 karena mengkombinasikan penguatan presipitasi dan efek tegangan sisa tekan pada permukaan.
Perpustakaan Digital ITB