digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri fast-moving consumer goods (FMCG) di Indonesia merupakan salah satu sektor yang dinamis di Asia Tenggara, didorong oleh pertumbuhan populasi yang kuat, peningkatan daya beli, serta perubahan perilaku konsumen. PT SAM, sebagai perusahaan distribusi dan logistik yang telah memiliki posisi kuat pada saluran modern trade (MT) dan e-commerce, berupaya melakukan ekspansi ke saluran general trade (GT) guna meningkatkan cakupan pasar dan posisi kompetitif perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka pengambilan keputusan yang terstruktur dalam ekspansi bisnis GT dengan mengevaluasi kelayakan finansial, operasional, dan strategis dari berbagai alternatif strategi ekspansi. Penelitian mengadopsi kerangka Kepner–Tregoe yang berfokus pada Decision Analysis dan Potential Problem Analysis. Dalam Decision Analysis, pengambil keputusan mendefinisikan kriteria “Must” sebagai persyaratan yang tidak dapat ditawar, serta kriteria “Want” sebagai faktor yang diinginkan dan memengaruhi tingkat daya tarik masing-masing alternatif. Potential Problem Analysis diterapkan untuk mengidentifikasi potensi risiko pada setiap opsi strategis serta merumuskan tindakan pencegahan dan rencana kontingensi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan dan laporan industri, sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pemangku kepentingan internal utama. Analisis dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, data sekunder digunakan untuk mengevaluasi kondisi dasar dari tiga alternatif strategi, yaitu akuisisi, pendirian perusahaan baru (greenfield), dan joint venture (JV). Kedua, data primer digunakan untuk menentukan kriteria keputusan dan menangkap perspektif para pemangku kepentingan. Ketiga, kerangka Kepner Tregoe Decision Analysis diterapkan untuk menilai dan menentukan peringkat alternatif strategi, yang kemudian dilanjutkan dengan Potential Problem Analysis untuk mengidentifikasi risiko dan strategi mitigasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opsi akuisisi dieliminasi pada tahap kriteria Must akibat adanya kewajiban pajak bawaan sebesar Rp22,7 miliar dan piutang pihak berelasi sebesar Rp58,8 miliar. Opsi JV NewCo memperoleh skor Want tertinggi sebesar 84,1%, menghasilkan Net Profit Before Tax yang positif sejak tahun pertama pada seluruh skenario, serta memberikan Net Present Value (NPV) sebesar Rp97,3 miliar dengan nilai investasi Rp5,25 miliar. Opsi JV memberikan PT SAM kecepatan implementasi seperti akuisisi dengan profil risiko yang lebih mendekati greenfield, sehingga memposisikan perusahaan sebagai distributor multi-channel dengan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Rencana implementasi terdiri atas lima fase, mencakup pendirian perusahaan, pengembangan sistem, serta pemenuhan aspek legal, keuangan, dan perpajakan, dengan pelaksanaan dimulai pada Juni 2026. Dalam jangka panjang, integrasi saluran MT, GT, dan e-commerce ke dalam satu platform terpadu akan memposisikan PT SAM sebagai distributor multi-channel yang mampu menyediakan akses pasar yang komprehensif serta menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.