digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Investasi strategis sangat penting bagi industri pertahanan dalam menghadapi tantangan kapasitas produksi dan daya saing global. PT Pindad, sebagai BUMN strategis, menghadapi keterbatasan pada fasilitas produksi senjata akibat penggunaan mesin usang yang berusia lebih dari 30 tahun. Pemerintah telah mengalokasikan PMN sebesar Rp 450 miliar untuk mendukung program modernisasi dan otomatisasi lini produksi, yang ditargetkan meningkatkan kapasitas dari 54.000 menjadi 75.000 unit per tahun pada 2029. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pengambilan keputusan investasi melalui pendekatan MultiCriteria Decision Making (MCDM), menggunakan metode Kepner-Tregoe dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajemen dan analisis dokumen internal perusahaan. Sembilan kriteria utama evaluasi diidentifikasi, seperti efisiensi, teknologi, biaya, keberlanjutan dan lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 8 mesin dan peralatan yang di prioritaskan seperti CNC modern, sistem inspeksi otomatis, robot kolaboratif dan lainnya menjadi pilihan investasi utama untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam mendukung roadmap modernisasi PT Pindad dan juga kontribusi akademik dalam penerapan metode keputusan strategis di sektor industri pertahanan. Pendekatan sistematis ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengambilan keputusan investasi berskala besar di lingkungan BUMN dan industri strategis lainnya.