Investasi strategis sangat penting bagi industri pertahanan dalam menghadapi tantangan
kapasitas produksi dan daya saing global. PT Pindad, sebagai BUMN strategis, menghadapi
keterbatasan pada fasilitas produksi senjata akibat penggunaan mesin usang yang berusia
lebih dari 30 tahun. Pemerintah telah mengalokasikan PMN sebesar Rp 450 miliar untuk
mendukung program modernisasi dan otomatisasi lini produksi, yang ditargetkan
meningkatkan kapasitas dari 54.000 menjadi 75.000 unit per tahun pada 2029. Penelitian ini
bertujuan untuk membantu pengambilan keputusan investasi melalui pendekatan MultiCriteria
Decision Making (MCDM), menggunakan metode Kepner-Tregoe dan Analytic
Hierarchy Process (AHP). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan
manajemen dan analisis dokumen internal perusahaan. Sembilan kriteria utama evaluasi
diidentifikasi, seperti efisiensi, teknologi, biaya, keberlanjutan dan lainnya. Hasil analisis
menunjukkan bahwa terdapat 8 mesin dan peralatan yang di prioritaskan seperti CNC modern,
sistem inspeksi otomatis, robot kolaboratif dan lainnya menjadi pilihan investasi utama untuk
meningkatkan efisiensi dan daya saing. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam
mendukung roadmap modernisasi PT Pindad dan juga kontribusi akademik dalam penerapan
metode keputusan strategis di sektor industri pertahanan. Pendekatan sistematis ini
diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengambilan keputusan investasi berskala besar di
lingkungan BUMN dan industri strategis lainnya.
Perpustakaan Digital ITB