digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini membahas tentang inefisiensi operasional yang dialami oleh CV Jaya Mandiri, yang merupakan sebuah perusahaan tekstil dan desain interior. Inefisiensi operasional ini berfokus pada lamanya waktu proses dari pertama kali order masuk hingga order selesai. Dengan semakin meningkatnya ekspektasi pelanggan, persaingan yang semakin ketat, dan digitalisasi yang semakin cepat, waktu proses yang lama menjadi hambatan dalam mempertahankan daya saing dan kualitas layanan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga bergantung pada alur kerja manual, mekanisme koordinasi informal, dan prosedur yang tidak standar yang berkontribusi pada lamanya durasi pemrosesan pesanan pelanggan hingga mencapai waktu dua minggu. Kondisi ini menunjukkan perlunya melakukan investigasi terstruktur pada penyebab keterlambatan operasional dan mengusulkan perbaikan yang sesuai dengan kondisi perusahaan di lingkup UMKM. Motivasi untuk melakukan penelitian ini muncul dari ketidakselarasan antara model operasional tradisional perusahaan dengan kondisi pasar saat ini, yang menjadikan tuntutan untuk mendesain ulang proses bisnis yang didukung oleh pengambilan keputusan manajerial. Penelitian ini dimulai dengan melakukan wawancara awal dengan CEO perusahaan untuk mendapatkan gambaran umum tantangan operasional dan prioritas dari perusahaan. Berdasarkan wawancara ini diketahui bahwa waktu proses yang lama sebagai masalah utama yang dialami. Selanjutnya, dengan dilakukan analisis akar penyebab dengan menggunakan metode 5 why untuk memeriksa mengapa membutuhkan waktu proses yang lama untuk menyelesaikan setiap order. Analisis tersebut mengungkapkan bahwa kurangnya sistem terintegrasi, koordinasi pengadaan yang tidak memadai, dan aliran informasi yang tidak konsisten antar departemen merupakan penyebab utama keterlambatan proses. Temuan ini menjadi dasar untuk analisis selanjutnya. Untuk mencapai tujuan penelitian, studi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan para pemangku kepentingan internal utama dan observasi lapangan langsung. Selanjutnya digunakanlah kerangka kerja Manajemen Proses Bisnis untuk memetakan proses bisnis "apa adanya", mengidentifikasi hambatan, dan mengklasifikasikan aktivitas menjadi komponen yang memberikan nilai tambah atau tidak memberikan nilai tambah. Analisis ini memungkinkan pembuatan desain ulang proses bisnis "yang akan datang", yang bertujuan untuk menyederhanakan alur kerja, meningkatkan efisiensi koordinasi, dan mengurang waktu proses. Dua alternatif desain ulang dihasilkan, masing masing berbeda dalam hal cakupan, perubahan struktural, dan kebutuhan sumberdaya. Alternatif pertama berfokus pada penghapusan aktivitas yang redundan dan tidak memberikan nilai tambah, sementara alternatif kedua menggunakan sistem manajemen inventaris untuk meminimalkan keterlambatan pengadaan. Untuk menentukan alternatif desain ulang proses bisnis mana yang menawarkan kesesuaian strategis dan operasional terkuat, penelitian ini menggunakan Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART). Metode ini dipilih karena transparansinya, kesesuaiannya dengan konteks pengambilan keputusan UKM, dan kemampuannya dalam mengintegrasikan berbagai kriteria evaluasi. Alternatif tersebut dinilai berdasarkan faktor-faktor seperti kecepatan proses, kemampuan beradaptasi, ketahanan operasional, keunggulan kompetitif, biaya investasi awal, dan biaya operasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perancangan ulang proses bisnis yang didukung oleh pengambilan keputusan manajerial yang sistematis dapat secara signifikan mengurangi waktu proses. Hasil penelitian ini berkontribusi pada pemahaman akademis dengan menunjukkan bagaimana BPM dan SMART dapat diintegrasikan dalam konteks umkm untuk mendukung perbaikan proses berbasi bukti. Selain itu, penelitian ini memberikan peta jalan praktis untuk merampingkan alur kerja dan membuat keputusan operasional yang terstruktur dalam lingkungan dengan sumber daya terbatas.