digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Tesis
PUBLIC Open In Flipbook Ina Nuastuti

Dwarf nova gerhana merupakan salah satu kelas bintang ganda kataklismik yang menunjukkan variasi kecerlangan tajam akibat terhalanginya cahaya dari piringan akresi oleh bintang donor. Pengamatan fotometri pada sistem ini memungkinkan penentuan parameter fisis dan geometris sistem. Namun, pengamatan sering kali terkendala oleh rendahnya rasio sinyal terhadap derau (Signal to Noise Rasio (SNR)), khususnya ketika menggunakan teleskop berukuran kecil di lingkungan dengan polusi cahaya yang tinggi. Dalam kondisi SNR rendah, sistem magnitudo Pogson yang bersifat logaritmik menjadi kurang optimal karena menghasilkan galat yang besar dan berpotensi memicu kehilangan titik data penting. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi efektivitas sistem magnitudo Lupton pada data fotometri dwarf nova gerhana yang diperoleh menggunakan teleskop CAT-ITB. Pengamatan fotometri telah dilakukan selama empat malam untuk memperoleh data kurva cahaya dari dua bintang target, yaitu IP Peg dan V893 Sco. Data tersebut kemudian diolah menggunakan sistem magnitudo Pogson dan Lupton pada tiga nilai parameter softening (b) untuk membandingkan performa keduanya. Didapatkan pada bintang IP Peg, semakin besar nilai b, profil gerhana semakin terlihat sedangkan hal tersebut tidak terlalu terlihat pada bintang V893 Sco. Hal ini disebabkan oleh data gerhana IP Peg yang memiliki nilai Signal-to-Noise Ratio (SNR) lebih rendah, sehingga fungsi transformasi asinh pada magnitudo Lupton bekerja lebih optimal dalam menangani error dibandingkan skala logaritma Pogson. Penggunaan variasi nilai parameter b pada sistem magnitudo Lupton mengonfirmasi bahwa penyesuaian nilai b sangat sensitif terhadap batas error data fotometri. Hal ini menjadi catatan penting bahwa konfigurasi magnitudo Lupton perlu ditentukan batas yang cocok untuk fotometri bintang variabel dan juga universal. Dilakukan juga proses dekomposisi kurva cahaya berbasis magnitudo Lupton berhasil mengestimasi parameter fisik kedua sistem. Nilai periode orbital dan radius piringan akresi yang diperoleh untuk IP Peg dan V893 Sco menunjukkan kesesuaian yang baik dengan nilai-nilai referensi dari pengamatan terdahulu.