Karya tugas akhir berjudul Mereka Tidak Mau Menunggu untuk Surga mengkaji
kemiripan struktural antara praktik oshikatsu dalam budaya otaku kontemporer
dengan bentuk pengabdian spiritual tradisional. Berangkat dari pengalaman
personal penulis terhadap konsep moe dan keterikatan afektif terhadap karakter
fiksi, karya ini mempertanyakan bagaimana penggemar membangun ruang intim
dan mengorganisasi kehidupan emosional mereka di sekitar figur fiksi,
sebagaimana altar mengorganisasi ruang devosi tradisional. Karya diciptakan
melalui riset berbasis praktik yang terdiri atas empat tahap: riset konseptual,
perancangan, eksekusi teknis, dan perakitan akhir. Hasilnya berupa instalasi altar
yang memadukan lukisan cat minyak berteknik trompe l'œil pada panel kayu
berbentuk (dipotong dengan laser cutting mengikuti siluet objek), menampilkan
karakter orisinal bernama Lucy yang mengapropriasi mitologi Lucifer sebagai
simbol pembalikan devosi tradisional menjadi devosi personal dan profa
Perpustakaan Digital ITB