digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penurunan produksi rumput laut di Pulau Panjang diduga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, teknologi dan ekonomi, sehingga hal ini mempengaruhi status keberlanjutan kegiatan budidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keberlanjutan kegiatan budidaya rumput laut dari faktor lingkungan, teknologi dan ekonomi dengan menggunakan Rapid Appraisal For Fisheries (RAPFISH). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi aktual kegiatan budidaya rumput laut di Pulau Panjang cukup berkelanjutan dengan nilai indeks keberlanjutan 67,83. Atribut yang paling dominan dari faktor lingkungan yaitu keberadaan pencemar logam berat, atribut dari faktor teknologi yang paling dominan yaitu ketepatan umur panen sementara itu atribut dari faktor ekonomi yang paling dominan yaitu rantai dan serapan pemasaran rumput laut. Hasil yang diperoleh dari pengembangan skenario tingkat keberlanjutan pada kegiatan budidaya rumput laut pada status tidak berkelanjutan, kurang berkelanjutan, dan berkelanjutan diperoleh atribut kombinasi yang paling dominan dari faktor lingkungan yaitu keberadaan pencemar logam berat. Atribut kombinasi yang paling dominan dari faktor ekonomi yaitu status modal usaha dan pendapatan pembudidaya. Serta dari faktor teknologi yaitu ketersediaan bibit rumput laut yang berkualitas dan sarana penyimpanan rumput laut. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberlanjutan kegiatan budidaya rumput laut di Pulau Panjang masih berpotensi untuk dikembangkan melalui pengelolaan terpadu antara pemerintah, sektor industri dan pembudidaya rumput laut dengan memperhatikan atribut-atribut yang paling dominan dari faktor lingkungan, teknologi dan ekonomi.