Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan kerangka dalam menilai
kinerja keberlanjutan perusahaan. Meskipun demikian, penerapan ESG pada Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di negara berkembang masih menghadapi
berbagai keterbatasan konseptual dan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan dan menguji kerangka penilaian keberlanjutan lingkungan
berbasis ESG yang dikontekstualisasikan untuk UMKM kuliner di Jakarta melalui
integrasi indikator lingkungan ESG dan model Knowledge–Attitude–Readiness–
Practice (KARP). Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran
dengan survei terhadap UMKM kuliner di lima wilayah administratif Jakarta yang
dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLSSEM), serta wawancara terbatas untuk mengidentifikasi faktor eksternal. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kesiapan berperan sebagai variabel mediasi utama
dalam menerjemahkan pengetahuan dan sikap terhadap praktik keberlanjutan.
Meskipun pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap sikap dan kesiapan, sikap
tidak secara langsung menghasilkan praktik tanpa dukungan kesiapan operasional.
Selain faktor internal, kendala struktural seperti keterbatasan finansial, ambiguitas
regulasi, dan lemahnya keselarasan antara kebijakan dan kondisi operasional
UMKM turut membatasi implementasi ESG. Penelitian ini berkontribusi pada
kesiapan dalam mendorong penerapan keberlanjutan lingkungan di sektor usaha
kecil perkotaan.
Perpustakaan Digital ITB