digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan kerangka dalam menilai kinerja keberlanjutan perusahaan. Meskipun demikian, penerapan ESG pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di negara berkembang masih menghadapi berbagai keterbatasan konseptual dan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kerangka penilaian keberlanjutan lingkungan berbasis ESG yang dikontekstualisasikan untuk UMKM kuliner di Jakarta melalui integrasi indikator lingkungan ESG dan model Knowledge–Attitude–Readiness– Practice (KARP). Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan survei terhadap UMKM kuliner di lima wilayah administratif Jakarta yang dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLSSEM), serta wawancara terbatas untuk mengidentifikasi faktor eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan berperan sebagai variabel mediasi utama dalam menerjemahkan pengetahuan dan sikap terhadap praktik keberlanjutan. Meskipun pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap sikap dan kesiapan, sikap tidak secara langsung menghasilkan praktik tanpa dukungan kesiapan operasional. Selain faktor internal, kendala struktural seperti keterbatasan finansial, ambiguitas regulasi, dan lemahnya keselarasan antara kebijakan dan kondisi operasional UMKM turut membatasi implementasi ESG. Penelitian ini berkontribusi pada kesiapan dalam mendorong penerapan keberlanjutan lingkungan di sektor usaha kecil perkotaan.