ABSTRAK Ali Garda Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Ali Garda Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Ali Garda Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Ali Garda Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Ali Garda Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Ali Garda Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Ali Garda Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Ali Garda Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Ali Garda Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Sebagai bentuk komitmen terhadap pemenuhan hak seluruh masyarakat Indonesia
terhadap permukiman yang layak huni, Pemerintah Indonesia memiliki sasaran
untuk Indonesia bebas kawasan dari kumuh di tahun 2030. Untuk mencapai tujuan
tersebut, pemerintah menyelenggarakan berbagai macam program peningkatan
kualitas kumuh yang berorientasi pada prinsip berkelanjutan seperti Program
KOTAKU di berbagai daerah termasuk Kota Bandung. Namun berdasarkan studi
serupa, didapatkan bahwa Program KOTAKU hanya dapat mendukung kondisi
permukiman yang ditingkatkannya hanya sebatas pada kondisi cukup
berkelanjutan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Program KOTAKU yang
hanya berfokus pada infrastruktur dan kondisi fisik lingkungan dapat mendukung
terwujudnya suatu kawasan permukiman yang berkelanjutan sesuai dengan apa
yang dirumuskan pada tujuan programnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi tingkat keberlanjutan permukiman yang telah ditangani oleh Program
KOTAKU menggunakan metode RAPFISH yang dapat menentukan nilai
keberlanjutan objek analisis dan faktor pengungkit dari variabel keberlanjutan yang
digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan RW 07 Kelurahan
Cibadak, Kecamatan Astanaanyar memiliki tingkat keberlanjutan sebesar 64,598,
dengan tingkat keberlanjutan dicapai pada aspek sosial dan hukum dan
kelembagaan, tingkat keberlanjutan yang cukup pada aspek lingkungan dan
infrastruktur, dan kurang berkeberlanjutan pada aspek ekonomi.
Perpustakaan Digital ITB