digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Tasya Mutiara Dewi
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

Segmen Sumenep yang merupakan bagian dari sistem sesar Rembang-MaduraKangean-Sakala (RMKS) di bagian timur Pulau Madura adalah struktur aktif yang berpotensi menghasilkan gempa bumi merusak. Laju gerak dan kedalaman kuncian segmen Sumenep diestimasi untuk pertama kalinya dengan mengintegrasikan data deret waktu InSAR Sentinel-1 dan pengukuran deret waktu GNSS. Lebih dari 1600 interferogram Sentinel-1 diproduksi dan dianalisis menggunakan layanan pemrosesan InSAR berbasis komputasi awan (HyP3) untuk menurunkan kecepatan deformasi line of sight (LOS) ascending dan descending. Selanjutnya, kecepatan LOS ascending dan descending didekomposisikan menjadi komponen kecepatan arah timur-barat dan vertikal. Kecepatan horizontal GNSS diestimasi untuk dua stasiun (CSMN dan CPMS) melalui regresi linier terhadap data deret waktu stasiun tersebut. Kecepatan arah timur-barat hasil pengolahan deret waktu InSAR dan GNSS kemudian dimodelkan menggunakan model skrew dislokasi, dengan rentang parameter sesar yang diestimasi menggunakan sample Markov Chain Monte Carlo (MCMC). Hasil pemodelan menunjukkan estimasi laju gerak sebesar 6.9 mm/tahun dan kedalaman kuncian sebesar 5.0 km, dengan interval kepercayaan 90% untuk rentang laju gerak 6.0-8.4 mm/tahun dan rentang kedalaman kuncian 3.3-7.7 km, serta asumsi periode ulang sebesar 200 tahun. Parameter yang telah diestimasikan menunjukkan bahwa sesar ini mampu menghasilkan gempa bumi dengan magnitudo sebesar Mw 6.6 (rentang 6.5-6.9 pada interval kepercayaan 90%). Hasil penelitian ini merupakan estimasi pendekatan geodetik pertama untuk sesar Sumenep dan dapat dijadikan parameter penting dalam meningkatkan penilaian potensi seismik di Pulau Madura dan wilayah sekitarnya.