Segmen Sumenep yang merupakan bagian dari sistem sesar Rembang-MaduraKangean-Sakala (RMKS) di bagian timur Pulau Madura adalah struktur aktif yang
berpotensi menghasilkan gempa bumi merusak. Laju gerak dan kedalaman kuncian
segmen Sumenep diestimasi untuk pertama kalinya dengan mengintegrasikan data
deret waktu InSAR Sentinel-1 dan pengukuran deret waktu GNSS. Lebih dari 1600
interferogram Sentinel-1 diproduksi dan dianalisis menggunakan layanan
pemrosesan InSAR berbasis komputasi awan (HyP3) untuk menurunkan kecepatan
deformasi line of sight (LOS) ascending dan descending. Selanjutnya, kecepatan
LOS ascending dan descending didekomposisikan menjadi komponen kecepatan
arah timur-barat dan vertikal. Kecepatan horizontal GNSS diestimasi untuk dua
stasiun (CSMN dan CPMS) melalui regresi linier terhadap data deret waktu stasiun
tersebut. Kecepatan arah timur-barat hasil pengolahan deret waktu InSAR dan
GNSS kemudian dimodelkan menggunakan model skrew dislokasi, dengan rentang
parameter sesar yang diestimasi menggunakan sample Markov Chain Monte Carlo
(MCMC). Hasil pemodelan menunjukkan estimasi laju gerak sebesar 6.9 mm/tahun
dan kedalaman kuncian sebesar 5.0 km, dengan interval kepercayaan 90% untuk
rentang laju gerak 6.0-8.4 mm/tahun dan rentang kedalaman kuncian 3.3-7.7 km,
serta asumsi periode ulang sebesar 200 tahun. Parameter yang telah diestimasikan
menunjukkan bahwa sesar ini mampu menghasilkan gempa bumi dengan
magnitudo sebesar Mw 6.6 (rentang 6.5-6.9 pada interval kepercayaan 90%). Hasil
penelitian ini merupakan estimasi pendekatan geodetik pertama untuk sesar
Sumenep dan dapat dijadikan parameter penting dalam meningkatkan penilaian
potensi seismik di Pulau Madura dan wilayah sekitarnya.
Perpustakaan Digital ITB