Pemantauan kinerja sumur produksi dua fasa geothermal terkendala oleh tidak
terukurnya laju alir massa secara langsung dan keterkaitan antara entalpi,
productivity index, dan penurunan tekanan di sumur yang membuat ketiganya tidak
dapat diestimasi secara independen. Akibatnya, pemisahan kontribusi reservoir dan
sumur terhadap perubahan produksi umumnya bergantung pada proses matching
secara manual yang rumit dan pengujian berkala seperti tracer flow test (TFT). Oleh
karena itu, penelitian ini mengembangkan surrogate model berbasis multiscale
physics-guided gated recurrent neural network untuk memprediksi kinerja sumur
produksi dengan mengestimasi productivity index dan wellbore coefficient sebagai
parameter performa sumur. Model menggunakan cabang short-term dari wellhead
pressure dan valve opening dengan cabang long-term dari produksi kumulatif, lalu
memasukkan output pada persamaan deliverabilitas melalui physics layer dengan
penambahan loss function berupa konservasi massa dan energi. Konfigurasi optimal
diperoleh dari 200 hyperparameter tuning trial menggunakan Tree-structured
Parzen Estimator, dan model dievaluasi dengan skema walk-forward crossvalidation
berjumlah 4-fold. Pada fold pengujian akhir, model mencapai RMSE
daya termal 15.36 MW (MAE 3,60%) untuk Unit 5 dan 22.19 MW (MAE 8.41%)
untuk Unit 6, dengan rata-rata RMSE 4-fold sebesar 20.45 MW dan 23.27 MW.
Estimasi productivity index dan wellbore coefficient menunjukkan kesesuaian
terhadap data TFT yang bervariasi tiap sumur. Hasil ini menunjukkan bahwa
pendekatan physics-guided mampu menghasilkan prediksi yang konsisten secara
termodinamika sekaligus lebih interpretatif dibanding model black-box, sehingga
berpotensi sebagai alat bantu pemantauan produksi yang lebih cepat.
Perpustakaan Digital ITB