digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Cahyo Prihananto
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Evaluasi kelayakan proyek pembangkit di PT PLN (Persero) bertumpu pada indikator finansial seperti IRR dan NPV, yang belum secara eksplisit menimbang nilai sistemik proyek bagi jaringan. Penelitian Generation Expansion Planning (GEP) terdahulu memadukan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dan Mixed-Integer Linear Programming (MILP), namun umumnya memaksimalkan nilai sistemik tanpa mekanisme disiplin investasi yang eksplisit, sehingga rentan menghasilkan portofolio berlebih kapasitas cadangan atau lemah secara finansial. Penelitian ini membangun indeks nilai sistemik (VP score) dengan Simple Additive Weighting atas tiga kriteria, yaitu efisiensi biaya energi, fleksibilitas sistem, dan intensitas emisi, yang menjadi koefisien terbobot pada fungsi obyektif MILP biner. Mekanisme disiplin yang diusulkan (S4C) menambahkan batas atas kecukupan kapasitas (?) dan lantai efisiensi finansial (?), keduanya dikalibrasi melalui grid search yang sistematis. Kerangka diuji pada tiga dataset berkarakteristik berbeda, yaitu proyek kandidat PLN dari RUPTL 2025-2034, data sintetis, dan skenario stress test berkonflik ekstrem, masing-masing melalui sejumlah besar konfigurasi sensitivitas dengan solver HiGHS. Pada kondisi dasar, S4C menaikkan nilai finansial portofolio secara signifikan dibandingkan skenario nilai sistemik murni, tanpa mengorbankan nilai sistemik secara berarti. Keunggulan ini konsisten di seluruh pengujian sensitivitas, bertahan pada berbagai struktur korelasi NPV-VP, dan stabil terhadap variasi bobot MCDA, dengan penurunan emisi karbon tahunan portofolio sebagai co-benefit. Kerangka ini menyediakan alat pra-penyaringan portofolio yang transparan, dapat direplikasi, dan berdisiplin investasi. VP score dihitung dari data yang tersedia dalam Kajian Kelayakan Proyek, sedangkan ? dan ? dapat dikalibrasi mengikuti kebijakan investasi dan kondisi sistem yang berlaku.Evaluasi kelayakan proyek pembangkit di PT PLN (Persero) bertumpu pada indikator finansial seperti IRR dan NPV, yang belum secara eksplisit menimbang nilai sistemik proyek bagi jaringan. Penelitian Generation Expansion Planning (GEP) terdahulu memadukan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dan Mixed-Integer Linear Programming (MILP), namun umumnya memaksimalkan nilai sistemik tanpa mekanisme disiplin investasi yang eksplisit, sehingga rentan menghasilkan portofolio berlebih kapasitas cadangan atau lemah secara finansial. Penelitian ini membangun indeks nilai sistemik (VP score) dengan Simple Additive Weighting atas tiga kriteria, yaitu efisiensi biaya energi, fleksibilitas sistem, dan intensitas emisi, yang menjadi koefisien terbobot pada fungsi obyektif MILP biner. Mekanisme disiplin yang diusulkan (S4C) menambahkan batas atas kecukupan kapasitas (?) dan lantai efisiensi finansial (?), keduanya dikalibrasi melalui grid search yang sistematis. Kerangka diuji pada tiga dataset berkarakteristik berbeda, yaitu proyek kandidat PLN dari RUPTL 2025-2034, data sintetis, dan skenario stress test berkonflik ekstrem, masing-masing melalui sejumlah besar konfigurasi sensitivitas dengan solver HiGHS. Pada kondisi dasar, S4C menaikkan nilai finansial portofolio secara signifikan dibandingkan skenario nilai sistemik murni, tanpa mengorbankan nilai sistemik secara berarti. Keunggulan ini konsisten di seluruh pengujian sensitivitas, bertahan pada berbagai struktur korelasi NPV-VP, dan stabil terhadap variasi bobot MCDA, dengan penurunan emisi karbon tahunan portofolio sebagai co-benefit. Kerangka ini menyediakan alat pra-penyaringan portofolio yang transparan, dapat direplikasi, dan berdisiplin investasi. VP score dihitung dari data yang tersedia dalam Kajian Kelayakan Proyek, sedangkan ? dan ? dapat dikalibrasi mengikuti kebijakan investasi dan kondisi sistem yang berlaku.