Evaluasi kelayakan proyek pembangkit di PT PLN (Persero) bertumpu pada
indikator finansial seperti IRR dan NPV, yang belum secara eksplisit menimbang
nilai sistemik proyek bagi jaringan. Penelitian Generation Expansion Planning
(GEP) terdahulu memadukan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dan
Mixed-Integer Linear Programming (MILP), namun umumnya memaksimalkan
nilai sistemik tanpa mekanisme disiplin investasi yang eksplisit, sehingga rentan
menghasilkan portofolio berlebih kapasitas cadangan atau lemah secara finansial.
Penelitian ini membangun indeks nilai sistemik (VP score) dengan Simple Additive
Weighting atas tiga kriteria, yaitu efisiensi biaya energi, fleksibilitas sistem, dan
intensitas emisi, yang menjadi koefisien terbobot pada fungsi obyektif MILP biner.
Mekanisme disiplin yang diusulkan (S4C) menambahkan batas atas kecukupan
kapasitas (?) dan lantai efisiensi finansial (?), keduanya dikalibrasi melalui grid
search yang sistematis. Kerangka diuji pada tiga dataset berkarakteristik berbeda,
yaitu proyek kandidat PLN dari RUPTL 2025-2034, data sintetis, dan skenario
stress test berkonflik ekstrem, masing-masing melalui sejumlah besar konfigurasi
sensitivitas dengan solver HiGHS.
Pada kondisi dasar, S4C menaikkan nilai finansial portofolio secara signifikan
dibandingkan skenario nilai sistemik murni, tanpa mengorbankan nilai sistemik
secara berarti. Keunggulan ini konsisten di seluruh pengujian sensitivitas, bertahan
pada berbagai struktur korelasi NPV-VP, dan stabil terhadap variasi bobot MCDA,
dengan penurunan emisi karbon tahunan portofolio sebagai co-benefit.
Kerangka ini menyediakan alat pra-penyaringan portofolio yang transparan, dapat
direplikasi, dan berdisiplin investasi. VP score dihitung dari data yang tersedia
dalam Kajian Kelayakan Proyek, sedangkan ? dan ? dapat dikalibrasi mengikuti
kebijakan investasi dan kondisi sistem yang berlaku.Evaluasi kelayakan proyek pembangkit di PT PLN (Persero) bertumpu pada
indikator finansial seperti IRR dan NPV, yang belum secara eksplisit menimbang
nilai sistemik proyek bagi jaringan. Penelitian Generation Expansion Planning
(GEP) terdahulu memadukan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dan
Mixed-Integer Linear Programming (MILP), namun umumnya memaksimalkan
nilai sistemik tanpa mekanisme disiplin investasi yang eksplisit, sehingga rentan
menghasilkan portofolio berlebih kapasitas cadangan atau lemah secara finansial.
Penelitian ini membangun indeks nilai sistemik (VP score) dengan Simple Additive
Weighting atas tiga kriteria, yaitu efisiensi biaya energi, fleksibilitas sistem, dan
intensitas emisi, yang menjadi koefisien terbobot pada fungsi obyektif MILP biner.
Mekanisme disiplin yang diusulkan (S4C) menambahkan batas atas kecukupan
kapasitas (?) dan lantai efisiensi finansial (?), keduanya dikalibrasi melalui grid
search yang sistematis. Kerangka diuji pada tiga dataset berkarakteristik berbeda,
yaitu proyek kandidat PLN dari RUPTL 2025-2034, data sintetis, dan skenario
stress test berkonflik ekstrem, masing-masing melalui sejumlah besar konfigurasi
sensitivitas dengan solver HiGHS.
Pada kondisi dasar, S4C menaikkan nilai finansial portofolio secara signifikan
dibandingkan skenario nilai sistemik murni, tanpa mengorbankan nilai sistemik
secara berarti. Keunggulan ini konsisten di seluruh pengujian sensitivitas, bertahan
pada berbagai struktur korelasi NPV-VP, dan stabil terhadap variasi bobot MCDA,
dengan penurunan emisi karbon tahunan portofolio sebagai co-benefit.
Kerangka ini menyediakan alat pra-penyaringan portofolio yang transparan, dapat
direplikasi, dan berdisiplin investasi. VP score dihitung dari data yang tersedia
dalam Kajian Kelayakan Proyek, sedangkan ? dan ? dapat dikalibrasi mengikuti
kebijakan investasi dan kondisi sistem yang berlaku.
Perpustakaan Digital ITB