digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Permukiman kumuh di kawasan perkotaan ditandai oleh kepadatan bangunan yang tinggi, keterbatasan lahan, dan rendahnya kualitas lingkungan. Kondisi tersebut memerlukan suatu pendekatan penataan yang mampu meningkatkan kualitas permukiman tanpa merugikan masyarakat dengan tidak melakukan penggusuran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyusun rancangan penataan kembali permukiman kumuh di Kelurahan Kebon Jayanti, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, melalui metode konsolidasi lahan. Pada penelitian ini digunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan normatif dan teknis-spasial melalui analisis kondisi eksisting, perhitungan konsolidasi lahan vertikal berbasis konsep U-Develop, serta penyusunan rancangan rumah susun. Perhitungan konsolidasi lahan menghasilkan dua alternatif, dengan pembagian kawasan menjadi Area A (rusunawa), Area B (rusunami), dan Area C (kawasan komersial). Pada alternatif 1, kebutuhan lahan Area B didapat seluas 20.109,4 m² dengan total unit hunian adalah 1.350 unit, sedangkan Alternatif 2 membutuhkan 12.065,6 m² dengan total unit hunian adalah 1.260 unit. Penelitian ii menunjukkan bahwa konsolidasi lahan vertikal dapat menjadi alternatif dalam penataan permukiman kumuh secara in-situ dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum, serta mempertahankan keberlanjutan sosial masyarakat. Penelitian ini juga menghasilkan rancangan penataan kawasan yang mengintegrasikan perhitungan konsolidasi lahan vertikal berbasis konsep UDevelop dengan perancangan rumah susun sebagai satu kesatuan proses penataan kawasan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam penanganan permukiman kumuh pada kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan.