ABSTRAK Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Deniva Mulyati Neila Gunawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Permukiman kumuh di kawasan perkotaan ditandai oleh kepadatan bangunan yang
tinggi, keterbatasan lahan, dan rendahnya kualitas lingkungan. Kondisi tersebut
memerlukan suatu pendekatan penataan yang mampu meningkatkan kualitas
permukiman tanpa merugikan masyarakat dengan tidak melakukan penggusuran.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyusun rancangan penataan kembali
permukiman kumuh di Kelurahan Kebon Jayanti, Kecamatan Kiaracondong, Kota
Bandung, melalui metode konsolidasi lahan. Pada penelitian ini digunakan metode
campuran (mixed methods) dengan pendekatan normatif dan teknis-spasial melalui
analisis kondisi eksisting, perhitungan konsolidasi lahan vertikal berbasis konsep
U-Develop, serta penyusunan rancangan rumah susun. Perhitungan konsolidasi
lahan menghasilkan dua alternatif, dengan pembagian kawasan menjadi Area A
(rusunawa), Area B (rusunami), dan Area C (kawasan komersial). Pada alternatif 1,
kebutuhan lahan Area B didapat seluas 20.109,4 m² dengan total unit hunian adalah
1.350 unit, sedangkan Alternatif 2 membutuhkan 12.065,6 m² dengan total unit
hunian adalah 1.260 unit. Penelitian ii menunjukkan bahwa konsolidasi lahan
vertikal dapat menjadi alternatif dalam penataan permukiman kumuh secara in-situ
dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan penyediaan prasarana,
sarana, dan utilitas umum, serta mempertahankan keberlanjutan sosial masyarakat.
Penelitian ini juga menghasilkan rancangan penataan kawasan yang
mengintegrasikan perhitungan konsolidasi lahan vertikal berbasis konsep UDevelop dengan perancangan rumah susun sebagai satu kesatuan proses penataan
kawasan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam penanganan
permukiman kumuh pada kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan.
Perpustakaan Digital ITB