digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Dimal Akram Pradana
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Dimal Akram Pradana
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Dimal Akram Pradana
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Dimal Akram Pradana
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Dimal Akram Pradana
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Dimal Akram Pradana
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Dimal Akram Pradana
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Dimal Akram Pradana
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Dimal Akram Pradana
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Kawasan transit Stasiun Bandung berperan sebagai simpul transportasi publik yang strategis, namun saat ini menghadapi persoalan dalam menyediakan lingkungan yang ramah pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan penataan kawasan transit yang ramah pejalan kaki di Stasiun Bandung–Kebon Kawung– Pasirkaliki. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan delapan indikator komponen Walk dan Connect dari ITDP TOD Standard 3.0 dengan analisis konfigurasional space syntax (segment integration dan segment choice) sebagai pendekatan komplementer. Hasil pengukuran menunjukkan ketidakselarasan sistematik kawasan studi. Komponen Connect mencapai skor agregat 88,89% (kategori sangat baik) yang menandakan kerangka jaringan permeabel, sementara komponen Walk berada pada skor 0% yang menandakan defisit menyeluruh kondisi mikro infrastruktur pejalan kaki. Analisis space syntax mengungkap struktur konfigurasional berupa "bingkai kotak" empat koridor utama (Pajajaran, Otto Iskandardinata, Kebon Jati–Suniaraja, dan Pasirkaliki) yang dilengkapi "poros tunggal" Pasirkaliki, serta ketidakselarasan konfigurasional Stasiun Bandung dengan kerangka utama kawasan. Sintesis lintas-pendekatan menghasilkan klasifikasi empat kategori peran segmen sebagai dasar prioritisasi penataan, yaitu Koridor Utama Konfigurasional, Zona Pengaruh Stasiun, Koridor Penghubung Sekunder, dan Jaringan Kapiler Permukiman. Penelitian ini memberikan kontribusi metodologis berupa integrasi pendekatan ITDP TOD Standard dengan space syntax, dan kontribusi substantif berupa diagnosis kawasan transit kolonial Indonesia: kawasan tidak menderita ketiadaan modal struktural, melainkan kegagalan mengaktualkan modal yang sudah tersedia menjadi pengalaman pejalan kaki yang nyata.